KebonCinta.com - Sebotol minuman terlihat seperti satu porsi yang bisa langsung dihabiskan. Namun, angka gula, energi, dan natrium pada label belum tentu menunjukkan kandungan seluruh isi botol.
Kuncinya ada pada keterangan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Jika angka gizi dicantumkan per sajian, jumlah yang dikonsumsi perlu disesuaikan dengan banyaknya minuman yang diminum.
BPOM mengingatkan bahwa satu kemasan pangan olahan dapat berisi lebih dari satu porsi. Karena itu, takaran saji perlu diperiksa sebelum membaca angka kandungan gizinya.
Pada tabel Informasi Nilai Gizi, cari keterangan “Takaran Saji”. Untuk minuman, jumlahnya biasanya ditulis dalam mililiter, misalnya 250 ml.
BPOM mendefinisikan takaran saji sebagai jumlah pangan olahan yang wajar dikonsumsi dalam satu kali makan. Sementara itu, jumlah sajian per kemasan menunjukkan banyaknya takaran saji dalam satu kemasan.
Baca Juga: Stunting Bisa Dicegah dari Masa Remaja, Ikan Jadi Salah Satu Sumber Gizi Penting
Jika tertulis “Takaran saji 250 ml” dan “2 sajian per kemasan”, satu botol tersebut berisi dua porsi. Angka pada bagian “Jumlah per Sajian” berlaku untuk setiap 250 ml, bukan langsung untuk seluruh botol.
Berikut contoh label minuman untuk ilustrasi perhitungan, bukan data produk tertentu:
| Keterangan | Nilai |
| Takaran saji | 250 ml |
| Jumlah sajian per kemasan | 2 |
| Energi total per sajian | 80 kkal |
| Gula per sajian | 12 gram |
| Natrium per sajian | 30 mg |
Jika seluruh botol diminum, kalikan nilai per sajian dengan dua:
Energi total = 80 kkal × 2 = 160 kkal
Gula = 12 gram × 2 = 24 gram
Natrium = 30 mg × 2 = 60 mg
Jika hanya 250 ml yang diminum, gunakan angka satu sajian. Perhitungan ini membantu memperkirakan asupan berdasarkan jumlah yang benar-benar dikonsumsi.
Baca Juga: Stunting Bisa Dicegah dari Masa Remaja, Ikan Jadi Salah Satu Sumber Gizi Penting
Angka perlu dibaca bersama satuannya. Energi ditulis dalam kilokalori atau kkal, sedangkan kandungan zat gizi dapat menggunakan gram atau miligram.
Jangan menyamakan 30 mg natrium dengan 30 gram. Satu gram setara dengan 1.000 mg, sehingga kesalahan membaca satuan menghasilkan perhitungan yang sangat berbeda.
Perhatikan pula nama komponennya. Pada baris “Garam (Natrium)”, angka yang dicantumkan merujuk pada natrium, sehingga tidak dapat langsung disebut sebagai berat garam dapur.
Persentase Angka Kecukupan Gizi atau %AKG menunjukkan kontribusi zat gizi dalam satu sajian terhadap acuan kebutuhan harian.
Materi edukasi BPOM menjelaskan bahwa kebutuhan energi setiap orang dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada acuan pada label. Karena itu, %AKG merupakan panduan membaca kontribusi gizi, bukan ukuran kebutuhan pribadi yang selalu sama.
Baca Juga: Ingin Berat Badan Cepat Turun? Coba Konsumsi Apel Rutin, Ini Manfaat dan Kandungan Gizinya
Biasakan membaca takaran saji terlebih dahulu, kemudian jumlah sajian dan kandungan gizinya. Dengan urutan tersebut, angka pada label dapat diterjemahkan menjadi perkiraan asupan dari minuman yang benar-benar dihabiskan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir