Kampus
Hilmi An Naufal

Guru Besar Jerman di UIN Walisongo: Belajar Matematika Jangan Hanya Hafalkan Rumus, AI hingga Math Games Bisa Dimanfaatkan

Guru Besar Jerman di UIN Walisongo: Belajar Matematika Jangan Hanya Hafalkan Rumus, AI hingga Math Games Bisa Dimanfaatkan

06 Oktober 2026 | 09:26

KebonCinta.com — Anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan masih menjadi tantangan bagi dunia pendidikan.

Program Studi Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang mencoba menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan siswa.

UIN Walisongo menghadirkan Prof. Dr. Mathias Ludwig dari Goethe Universität Frankfurt, Jerman dalam International Guest Lecture 2026.

Kegiatan tersebut diikuti dosen dan mahasiswa Jurusan Matematika UIN Walisongo.

Pembahasan tidak hanya mengenai kemampuan menyelesaikan soal.

Mahasiswa yang kelak menjadi guru juga didorong membangun identitas profesional sebagai seorang pendidik.

Rektor UIN Walisongo Prof. Musahadi menilai calon guru membutuhkan lebih dari kemampuan teknis.

“Calon guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan pengalaman belajar, refleksi, kolaborasi dan pendampingan ikut membentuk kualitas seorang pendidik.

Prof. Mathias Ludwig juga menekankan bahwa guru matematika bukan hanya orang yang menyampaikan rumus.

Guru perlu menciptakan pengalaman belajar yang membantu siswa memahami bagaimana sebuah konsep bekerja.

“Guru harus mampu memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya,” kata Ludwig.

Menurutnya, siswa perlu mendapatkan kesempatan mencoba, mengeksplorasi dan menemukan strategi mereka sendiri.

Berbagai pendekatan kreatif dapat digunakan.

Salah satunya project-based learning yang mengajak siswa mempelajari konsep melalui sebuah proyek.

Mathematical modelling juga dapat digunakan untuk menghubungkan matematika dengan persoalan di dunia nyata.

Permainan matematika atau math games menjadi pilihan lain agar proses pembelajaran lebih interaktif.

Pembelajaran bahkan dapat dilakukan di luar kelas melalui konsep outdoor mathematics.

Hubungan antara matematika dan seni juga dapat dimanfaatkan melalui Math & Art.

Teknologi digital serta kecerdasan buatan atau AI turut menjadi bagian dari pendekatan yang dibahas.

Namun teknologi bukan berarti siswa cukup meminta AI memberikan jawaban.

Guru justru perlu mengarahkan siswa menggunakan teknologi untuk mengeksplorasi konsep dan mengembangkan kemampuan berpikir.

Matematika menjadi lebih mudah dipahami ketika konsep abstrak dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Lingkungan, budaya, sejarah maupun permasalahan nyata dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu mengubah anggapan bahwa matematika hanya berisi angka dan rumus yang harus dihafalkan.

Bagi mahasiswa Pendidikan Matematika, kemampuan mengajar menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menguasai materi.

Seorang guru dapat memahami rumus dengan sangat baik, tetapi pembelajaran tetap sulit diterima siswa apabila cara penyampaiannya tidak sesuai.

Karena itu, calon pendidik perlu terus belajar memahami bagaimana siswa membangun pengetahuan.

Kuliah tamu internasional tersebut diharapkan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar mengajar di sekolah.

Tantangan pendidikan akan terus berubah seiring perkembangan teknologi.

Namun tujuan akhirnya tetap sama, yakni membuat siswa memahami, berpikir dan mempunyai keberanian untuk belajar.

Tags:
UIN Walisongo matematika Mahasiswa Calon Guru AI Pendidikan Goethe University Kampus

Komentar Pengguna