KebonCinta.com-- Berjalan di atas rumput, pasir, atau tanah tanpa menggunakan alas kaki kini kembali menarik perhatian sebagai bagian dari gaya hidup alami. Kebiasaan yang dikenal dengan istilah grounding atau earthing ini dipercaya memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu tubuh lebih rileks hingga meningkatkan kualitas tidur.
Praktik tersebut terbilang sederhana karena dapat dilakukan di halaman rumah, taman, maupun pantai. Meski begitu, klaim mengenai manfaat grounding perlu dipahami secara bijak, terutama karena bukti ilmiah yang mendukung sebagian manfaatnya masih terbatas.
Lantas, apa sebenarnya grounding, bagaimana cara melakukannya, dan apa saja risiko yang perlu diperhatikan?
Baca Juga: Kabar Guru 2027, PPPK Paruh Waktu Direncanakan Jadi Penuh Waktu, Simak Aturan dan Jadwalnya
Grounding merupakan praktik menyentuhkan tubuh secara langsung dengan permukaan bumi. Salah satu bentuk yang paling mudah dilakukan adalah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput, pasir, atau tanah.
Pendukung praktik ini meyakini bahwa kontak langsung dengan bumi memungkinkan perpindahan elektron ke dalam tubuh. Menurut teori yang mendasarinya, elektron tersebut dianggap dapat membantu menetralkan radikal bebas dan memengaruhi proses peradangan.
Namun, mekanisme dan manfaat kesehatan grounding tersebut masih memerlukan penelitian yang lebih kuat. Karena itu, praktik ini belum dapat dianggap sebagai pengobatan yang terbukti untuk berbagai penyakit.
Sejumlah penelitian awal mengkaji kemungkinan hubungan grounding dengan kesehatan fisik dan mental. Berikut empat manfaat yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut.
Menghabiskan waktu di luar ruangan sambil berjalan tanpa alas kaki dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat aktivitas dan menenangkan pikiran.
Beberapa penelitian awal mengenai grounding melaporkan kemungkinan perubahan pada kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons stres. Meski demikian, bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan bahwa grounding secara khusus mampu menurunkan stres atau kecemasan.
Efek menenangkan juga mungkin dipengaruhi oleh aktivitas berjalan santai, suasana alam, dan waktu istirahat yang menyertainya.
Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga konsentrasi, suasana hati, dan kebugaran tubuh. Grounding telah diteliti sebagai salah satu pendekatan yang mungkin berkaitan dengan perubahan pola tidur.
Sejumlah studi berskala kecil melaporkan hasil yang mengarah pada kemungkinan perbaikan kualitas tidur. Namun, temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan metode yang lebih kuat dan jumlah peserta yang lebih besar.
Bagi orang yang mengalami gangguan tidur, kebiasaan menjaga jadwal tidur, mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu istirahat, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman tetap menjadi langkah penting.
Baca Juga: Cara Cek Bantuan Papan Interaktif Digital 2026 untuk PAUD dan SD, Simak Tahapan Vervalnya
Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan grounding adalah kemungkinan membantu meredakan nyeri otot dan peradangan.
Teori pendukungnya menghubungkan kontak tubuh dengan bumi dengan perubahan proses biologis, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan radikal bebas. Akan tetapi, bukti ilmiah saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa grounding efektif mengatasi peradangan kronis atau nyeri sebagai terapi tersendiri.
Jika mengalami nyeri berkepanjangan, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang aman membuat telapak kaki bersentuhan langsung dengan tanah. Aktivitas ini juga dapat menjadi bagian dari kegiatan berjalan santai di ruang terbuka.
Berjalan secara teratur merupakan aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Sementara itu, apakah kontak langsung dengan bumi memberikan manfaat tambahan terhadap sirkulasi darah, keseimbangan sistem saraf, atau tingkat energi masih memerlukan bukti yang lebih meyakinkan.
Dengan demikian, grounding sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti olahraga rutin maupun perawatan kesehatan.
Meski terlihat sederhana, berjalan tanpa alas kaki tidak selalu aman. Permukaan tanah yang tidak terawat dapat menimbulkan risiko cedera dan infeksi.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Karena itu, kondisi lingkungan dan kesehatan kaki perlu menjadi pertimbangan sebelum mencoba grounding.
Baca Juga: 5 Contoh Soal UAS SKI Kelas 10 Semester 1 Lengkap dengan Kunci Jawaban
Jika ingin mencoba berjalan tanpa alas kaki, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera.
Durasi tertentu, termasuk 10–30 menit sehari, bukan standar medis yang terbukti wajib untuk memperoleh manfaat grounding.
Grounding merupakan kebiasaan sederhana yang menarik untuk dikaji, tetapi klaim manfaatnya perlu dibedakan dari manfaat aktivitas fisik dan waktu bersantai di alam.
Beberapa penelitian awal menunjukkan kemungkinan kaitan dengan stres, tidur, nyeri, dan peradangan. Namun, bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa grounding secara langsung memberikan seluruh manfaat tersebut.
Jika dilakukan di lingkungan yang aman, berjalan tanpa alas kaki dapat menjadi pilihan aktivitas santai bagi orang yang kondisi kakinya sehat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir