Parenting
Rahman Abdullah

Gentle Parenting Bukan Berarti Memanjakan Anak, Ini Cara Menerapkannya dengan Tepat

Gentle Parenting Bukan Berarti Memanjakan Anak, Ini Cara Menerapkannya dengan Tepat

14 Oktober 2026 | 16:09

Sikap ini sekaligus memberi contoh bahwa setiap orang bertanggung jawab atas perilakunya.

Orang tua juga tidak perlu menuntut diri sendiri untuk selalu tenang setiap saat. Membangun kebiasaan baru membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Materi TKA SMA Ekonomi, Ini Topik yang Perlu Dipelajari dan Strategi Menghadapi Ujian 

Apa Bedanya Gentle Parenting dengan Pola Asuh Permisif?

Perbedaan utama keduanya terletak pada cara orang tua mengelola batasan dan tanggung jawab anak.

Dalam pola asuh permisif, aturan cenderung longgar atau tidak diterapkan secara konsisten. Sementara itu, gentle parenting berupaya menggabungkan hubungan yang hangat dengan arahan yang jelas.

Pendekatan ini memiliki kemiripan dengan pola asuh otoritatif (authoritative parenting), yang menggabungkan kehangatan, komunikasi, harapan yang sesuai, dan disiplin konsisten. Istilah gentle parenting sendiri tidak selalu digunakan dengan definisi yang seragam, sehingga praktiknya dapat berbeda antara satu keluarga dan keluarga lainnya.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya mengikuti istilah yang sedang populer. Mereka perlu memahami prinsip di balik pendekatan tersebut dan memastikan bahwa anak tetap memperoleh struktur, pengawasan, serta bimbingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Cara Sederhana Memulai Gentle Parenting di Rumah

Orang tua tidak harus mengubah seluruh kebiasaan keluarga sekaligus. Perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pertama, dengarkan penjelasan anak sebelum memberikan teguran. Kedua, bantu anak menyebutkan perasaannya ketika sedang marah atau kecewa. Ketiga, sampaikan aturan dengan kalimat yang jelas dan sesuai usianya. Keempat, terapkan konsekuensi yang masuk akal dan berkaitan dengan perilaku anak. Kelima, berikan contoh cara mengelola emosi melalui perilaku orang tua sendiri.

Misalnya, daripada mengatakan bahwa anak nakal karena menumpahkan minuman, orang tua dapat menjelaskan bahwa minuman yang tumpah perlu dibersihkan dan mengajak anak ikut merapikannya sesuai kemampuannya.

Cara tersebut tidak hanya membantu menyelesaikan masalah, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab tanpa merendahkan harga diri anak.

Tidak Ada Pola Asuh yang Sempurna

Gentle parenting dapat menjadi inspirasi bagi orang tua yang ingin membangun hubungan lebih dekat dengan anak. Namun, keberhasilan pengasuhan tidak ditentukan oleh penggunaan satu istilah atau metode tertentu.

Hal yang lebih penting adalah kemampuan orang tua memberikan kasih sayang, menetapkan batasan yang aman, berkomunikasi secara terbuka, dan memperbaiki hubungan ketika terjadi kesalahan.

Anak tetap membutuhkan arahan untuk memahami tanggung jawab dan konsekuensi. Pada saat yang sama, mereka juga memerlukan kesempatan untuk menyampaikan perasaan dan belajar menghadapi masalah dengan dukungan orang dewasa.

Dengan memadukan empati, ketegasan, dan konsistensi, orang tua dapat menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan emosional sekaligus membantu anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Gentle Parenting Pola Asuh Anak Parenting Anak

Komentar Pengguna