KebonCinta.com - Saat demam, batuk, dan pilek mulai mengganggu aktivitas, sebagian orang mungkin langsung mencari obat agar kondisi tubuh cepat membaik. Bahkan, ada yang menganggap antibiotik sebagai pilihan ampuh untuk mengatasi flu yang tak kunjung sembuh.
Padahal, antibiotik bukan obat yang bisa digunakan untuk semua jenis infeksi. Jika seseorang mengalami influenza, mengonsumsi antibiotik tanpa alasan medis justru tidak akan membantu melawan virus penyebab penyakit tersebut.
Lantas, mengapa antibiotik tidak bekerja untuk influenza? Apa yang sebenarnya terjadi jika obat ini tetap dikonsumsi ketika tubuh sedang terserang virus?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, antibiotik bekerja untuk mengatasi infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus seperti influenza.
Cara kerja antibiotik berkaitan dengan bagian atau proses penting pada bakteri, misalnya pembentukan dinding sel dan produksi protein.
Baca Juga: Influenza A Perlu Diwaspadai, Dokter Bagikan 5 Cara Kurangi Risiko Penularan
Sementara itu, virus influenza memiliki struktur dan cara berkembang biak yang berbeda. Virus ini memanfaatkan sel tubuh manusia untuk memperbanyak diri sehingga antibiotik tidak memiliki sasaran kerja yang sesuai.
Itulah sebabnya antibiotik tidak dapat menghentikan infeksi influenza maupun mempercepat kesembuhan dari virus tersebut.
Mengonsumsi antibiotik tanpa kebutuhan medis bukan hanya tidak efektif, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik secara berlebihan maupun tidak tepat menjadi salah satu faktor yang mempercepat resistansi antimikroba.
Resistansi terjadi ketika bakteri mengalami perubahan sehingga tidak lagi merespons obat yang sebelumnya efektif untuk mengatasinya.
Akibatnya, infeksi bakteri tertentu bisa menjadi lebih sulit diobati dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Selain itu, antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, diare, hingga reaksi alergi pada sebagian orang.
Baca Juga: Influenza A Meningkat di Indonesia, Dokter ITS Ingatkan Jangan Asal Minum Antibiotik
Meski tidak dapat mengobati influenza secara langsung, bukan berarti antibiotik sama sekali tidak boleh diberikan kepada penderita flu.
Dalam kondisi tertentu, infeksi influenza dapat disertai komplikasi akibat bakteri, misalnya pneumonia bakterial.
Apabila dokter menemukan adanya infeksi bakteri yang membutuhkan pengobatan, antibiotik dapat diresepkan sesuai kondisi pasien.
Namun, keputusan tersebut harus berdasarkan pemeriksaan medis, bukan hanya karena batuk atau demam berlangsung beberapa hari.
Karena itu, jangan terburu-buru mengonsumsi antibiotik ketika mengalami influenza. Penggunaan obat yang tepat bukan soal memilih obat yang dianggap paling kuat, melainkan memastikan pengobatan sesuai dengan penyebab penyakit. ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir