Pendidikan
Hilmi An Naufal

FIKSI 2026 Digelar di Bali, 110 Tim dari 86 Sekolah Adu Inovasi dan Ide Bisnis

FIKSI 2026 Digelar di Bali, 110 Tim dari 86 Sekolah Adu Inovasi dan Ide Bisnis

12 Oktober 2026 | 21:22

KebonCinta.com — Sebanyak 110 tim pelajar dari 86 sekolah mengikuti Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia atau FIKSI 2026 yang digelar di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.

Ajang tingkat nasional tersebut dijadwalkan dibuka pada Selasa, 13 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 16 Oktober.

Peserta tidak hanya datang dari berbagai sekolah di Indonesia.

Satu sekolah dari Malaysia juga tercatat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang mempertemukan para pelajar dengan beragam gagasan kreatif dan kewirausahaan.

“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat Undiksha I Ketut Sudiana.

Ia menjelaskan Undiksha ingin ikut memberikan ruang bagi lahirnya calon wirausaha muda yang mampu mengembangkan ide menjadi solusi dan kegiatan ekonomi yang bermanfaat.

FIKSI merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan karya, mengembangkan ide usaha dan menguji apakah gagasan mereka dapat memiliki nilai ekonomi.

Karya para peserta nantinya tidak hanya dinilai oleh juri.

Produk dan gagasan juga ditampilkan melalui pameran yang dapat dikunjungi masyarakat.

Dengan mekanisme tersebut, siswa mendapatkan pengalaman memperkenalkan produk kepada orang lain.

Mereka perlu menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan, keunggulan produk dan alasan mengapa gagasan tersebut layak dikembangkan.

Sebanyak 11 bidang kewirausahaan dipertandingkan.

Baca Juga: 528 ASN Jatim Terima Satyalancana Karya Satya, Khofifah Ingatkan Integritas dan Pelayanan Ramah 

Bidangnya antara lain agribisnis, agroteknologi dan kemaritiman serta kesehatan, kecantikan dan perawatan diri.

Kategori lain mencakup kewirausahaan sosial, wisata dan budaya, teknologi digital serta bisnis kuliner.

Pelajar yang tertarik industri kreatif juga mendapatkan ruang melalui bidang fesyen, gim digital, kriya, video, animasi dan film hingga seni rupa dan desain.

Keberagaman kategori memperlihatkan bahwa kegiatan kewirausahaan tidak selalu harus dimulai dengan membuka toko atau menjual produk secara konvensional.

Teknologi, budaya lokal, kreativitas dan persoalan sosial juga dapat menjadi dasar lahirnya sebuah usaha.

FIKSI juga menghadirkan seminar motivasi dan kewirausahaan.

Kegiatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami bahwa ide yang baik tetap membutuhkan perencanaan, kemampuan bekerja sama dan keberanian untuk terus melakukan perbaikan.

Bagi siswa, kompetisi seperti FIKSI dapat menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan akademik di ruang kelas.

Mereka harus belajar melakukan riset, menyusun konsep, membuat produk dan mempresentasikan hasilnya.

Kemampuan tersebut dapat melatih komunikasi dan pemecahan masalah.

Siswa juga belajar menerima kritik ketika ide maupun produk mereka dinilai oleh orang lain.

Undiksha menilai kemampuan kewirausahaan menjadi salah satu kompetensi yang penting bagi generasi muda.

Pelajar diharapkan tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mempunyai keberanian menciptakan peluang baru.

Budaya inovasi tersebut juga terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi melalui pembinaan mahasiswa, inkubasi bisnis dan kolaborasi dengan dunia industri.

Dengan bertemunya ratusan pelajar di FIKSI 2026, berbagai ide sederhana dari sekolah berpeluang berkembang menjadi inovasi yang lebih matang.

Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan kewirausahaan dapat mulai dibangun sejak seseorang masih duduk di bangku sekolah.

Tags:
FIKSI 2026 Pelajar Siswa kemendikdasmen Undiksha Inovasi Kewirausahaan Bali

Komentar Pengguna