KebonCinta.com – Setelah menyelesaikan sholat fardhu, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah. Amalan seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan permohonan kebaikan memiliki landasan dalam hadis Rasulullah saw. Berikut bacaan Arab, Latin, arti, serta contoh urutannya yang mudah diamalkan setelah sholat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
Dzikir setelah sholat fardhu hukumnya sunah, bukan syarat sah sholat. Rasulullah saw. mengajarkan sejumlah bacaan yang dapat diamalkan setelah sholat.
Dalam Sahih Muslim nomor 591 dijelaskan bahwa Nabi beristighfar tiga kali setelah menyelesaikan sholat, kemudian membaca pujian kepada Allah.
Susunan wirid dalam masyarakat dapat memiliki tambahan bacaan berdasarkan tradisi dan rujukan ulama. Karena itu, contoh urutan berikut bukan satu-satunya susunan yang wajib diikuti.
Bacaan pertama yang memiliki dasar hadis adalah memohon ampun kepada Allah sebanyak tiga kali.
Arab:
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Latin: Astaghfirullāh.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Membaca istighfar setelah sholat mengingatkan seorang Muslim agar tetap rendah hati, menyadari kekurangan dalam beribadah, dan memohon ampunan Allah.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Istikharah, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu Pelaksanaan, dan Petunjuknya
Setelah istighfar, Rasulullah saw. membaca:
Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin:
Allāhumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Mahaberkah Engkau, Pemilik keagungan dan kemuliaan.”
Bacaan ini diriwayatkan dalam Sahih Muslim nomor 591. Isinya merupakan pengagungan kepada Allah sebagai sumber keselamatan.
Dalam Sahih Bukhari nomor 844, Rasulullah saw. mengajarkan dzikir tauhid setelah sholat wajib.
Arab:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Hadis tersebut juga memuat permohonan bahwa tidak ada yang mampu menghalangi pemberian Allah atau memberikan sesuatu yang Dia tahan.
Sahih Muslim nomor 597a menjelaskan salah satu susunan dzikir setelah sholat, yaitu:
Tasbih – 33 kali
سُبْحَانَ اللّٰهِ
Subḥānallāh.
Artinya: “Mahasuci Allah.”
Tahmid – 33 kali
الْحَمْدُ لِلّٰهِ
Alḥamdulillāh.
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
Takbir – 33 kali
اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar.
Artinya: “Allah Mahabesar.”
Jumlah keseluruhannya 99 bacaan. Dalam riwayat tersebut, bilangan seratus disempurnakan dengan kalimat tauhid yang telah dicantumkan sebelumnya.
Terdapat riwayat sahih lain dengan variasi hitungan dzikir. Karena itu, jangan menganggap perbedaan jumlah yang mempunyai dasar hadis sebagai kesalahan.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu, dan Syarat Taubat
Rasulullah saw. mengajarkan kepada Mu'adz bin Jabal sebuah doa sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud nomor 1522.
Arab:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Latin:
Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatik.
Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
Doa ini dapat menjadi permohonan agar seorang Muslim mampu menjaga ibadah dan rasa syukur.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir