KebonCinta.com – Setelah mendengar adzan, umat Islam dianjurkan menjawab seruan muadzin, membaca shalawat, lalu berdoa. Menjelang sholat berjamaah, terdengar pula iqamah yang menandai sholat segera dimulai. Apakah doa setelah adzan dan iqamah sama? Berikut bacaan Arab, Latin, arti, serta penjelasan dalilnya.
Adzan merupakan seruan masuknya waktu sholat, sedangkan iqamah merupakan tanda bahwa sholat akan segera ditegakkan. Keduanya memiliki fungsi berbeda, meskipun sebagian lafaznya serupa.
Anjuran doa setelah adzan mempunyai dasar hadis sahih yang jelas. Adapun bacaan khusus yang populer saat iqamah perlu dibedakan menurut kekuatan riwayatnya.
Dalam Sahih Muslim nomor 385, Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar pendengar menjawab ucapan muadzin. Saat mendengar takbir dan kalimat syahadat, ulangi sebagaimana yang diucapkan muadzin.
Ketika terdengar hayya ‘alash-shalāh atau hayya ‘alal-falāh, baca:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Lā haula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Jawaban tersebut merupakan bentuk pengakuan bahwa kemampuan memenuhi panggilan sholat berasal dari pertolongan Allah.
Baca Juga: 🍂" APAKAH KITA MENGANGKAT TANGAN SAAT BERDOA SETELAH ADZAN?
Setelah adzan selesai, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi. Sahih Muslim nomor 384 menjelaskan anjuran menjawab adzan, bershalawat, kemudian memohon al-wasilah bagi Rasulullah.
Salah satu bacaan shalawat singkat adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allāhumma shalli ‘alā Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad.”
Doa berikut berasal dari Sahih Bukhari nomor 614:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allāhumma rabba hādzihid-da‘watit-tāmmati wash-shalātil-qā’imati, āti Muhammadanil-wasīlata wal-fadhīlata, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil-ladzī wa‘adtah.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan sempurna dan sholat yang akan ditegakkan, anugerahkanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, serta tempatkan beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”
Doa ini memohon kemuliaan bagi Nabi Muhammad saw. Dalam hadis Bukhari tersebut disebutkan keutamaan syafaat Nabi pada hari kiamat bagi orang yang membacanya.
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk kesempatan yang dianjurkan untuk berdoa. Dalam Sunan Abu Dawud nomor 521 terdapat riwayat mengenai doa di antara keduanya yang tidak ditolak.
Seseorang boleh memohon ampun, kesehatan, ilmu bermanfaat, atau kebaikan keluarga dengan bahasa yang dipahaminya. Akan tetapi, keutamaan waktu berdoa tidak boleh dijadikan janji bahwa setiap permintaan pasti terjadi sesuai keinginan atau dalam waktu tertentu.
Dalam sebagian panduan fikih yang dijelaskan NU Online, terdapat anjuran membaca shalawat dan doa setelah iqamah, termasuk bacaan yang menyerupai doa setelah adzan.
Namun, hadis Bukhari nomor 614 secara khusus menjelaskan doa setelah adzan. Membaca doa yang baik saat jeda setelah iqamah boleh dilakukan, tetapi jangan menganggap satu lafal tambahan sebagai kewajiban seluruh jamaah. Jika imam sudah memulai takbiratul ihram, segera ikuti sholat.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Fardhu, Lengkap dengan Urutan Dzikir, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Ketika muadzin mengucapkan qad qāmatish-shalāh, dikenal jawaban:
أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا
Aqāmahallāhu wa adāmahā.
Artinya: “Semoga Allah menegakkan dan melanggengkannya.”
Lafal ini terdapat dalam Sunan Abu Dawud nomor 528, tetapi sanadnya dinilai lemah (daif), antara lain dalam penilaian Al-Albani yang tercantum pada rujukan hadis tersebut. Karena itu, jangan menyatakannya sebagai bacaan wajib atau hadis sahih tanpa keterangan.
Berdoa menggunakan bahasa sendiri di luar sholat pada dasarnya diperbolehkan, termasuk memohon agar diberi kekhusyukan. Namun, karena iqamah menandakan sholat segera dimulai, utamakan kesiapan mengikuti imam.
Jika tidak sempat membaca rangkaian doa sunah, jangan menunda jamaah hanya untuk menyelesaikannya. Bacaan setelah adzan dan amalan di antara adzan serta iqamah merupakan anjuran, bukan syarat sah sholat.
Pada dasarnya, anjuran menjawab adzan dan berdoa setelahnya berlaku untuk seruan sholat wajib. Tidak perlu menetapkan doa berbeda khusus Magrib, Isya, atau Subuh tanpa rujukan yang jelas.
Ketika mendengar adzan dari beberapa masjid, seseorang dapat menjawab seruan yang didengarnya. Tidak perlu mengejar seluruh rangkaian secara berlebihan hingga mengabaikan persiapan sholat.
Gunakan waktu sebelum iqamah untuk memperbanyak dzikir, berdoa, atau melaksanakan sholat sunah yang disyariatkan jika waktunya memungkinkan.
Jaga ketenangan, matikan suara ponsel, dan hindari percakapan yang mengganggu jamaah. Ketika iqamah dikumandangkan, bersiaplah mengikuti sholat sesuai arahan imam dan ketentuan fikih.
Saat adzan terdengar, dengarkan dan jawab sesuai tuntunan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir