keboncinta.com- Sujud merupakan salah satu gerakan penting dalam sholat yang memiliki keutamaan besar. Ketika bersujud, seorang Muslim menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
Selain membaca tasbih, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud. Anjuran tersebut memiliki dasar dalam hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa sujud merupakan keadaan ketika seorang hamba berada sangat dekat dengan Tuhannya.
Lantas, apa saja bacaan doa saat sujud yang diajarkan Rasulullah SAW? Berikut bacaan Arab, Latin, arti, dan penjelasan mengenai keutamaannya.
Baca Juga: Apa Itu Sujud Sahwi? Penyebab, Bacaan, dan Tata Cara Melakukannya saat Sholat
Rasulullah SAW bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Latin: Aqrabu mā yakūnul-'abdu min rabbihī wa huwa sājidun, fa aktsirud-du'ā'.
Artinya: "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud. Karena itu, perbanyaklah doa."
(HR. Muslim Nomor 482)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa sujud bukan hanya gerakan fisik dalam sholat, melainkan juga kesempatan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT.
Bacaan yang umum diamalkan ketika sujud adalah:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Latin: Subḥāna rabbiyal-a'lā.
Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."
Bacaan tersebut diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman ketika menjelaskan tata cara sholat Rasulullah SAW.
Dalam praktik sholat, tasbih ini lazim dibaca tiga kali. Bacaan tersebut mengandung pengagungan terhadap Allah SWT serta pengakuan atas kesempurnaan dan ketinggian-Nya.
(HR. Tirmidzi Nomor 262)
Rasulullah SAW juga membaca doa memohon ampunan ketika rukuk dan sujud.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Latin: Subḥānaka allāhumma rabbanā wa biḥamdika, allāhummaghfir lī.
Artinya: "Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku."
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA dalam Shahih Muslim Nomor 484a.
Bacaan tersebut menggabungkan dua bentuk ibadah, yaitu memuji Allah SWT dan memohon pengampunan atas dosa.
Baca Juga: Filosofi Sujud: Makna Spiritual di Balik Gerakan Paling Rendah di Hadapan Sang Pencipta
Dalam hadis lain, Aisyah RA meriwayatkan doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika bersujud.
اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Latin: Allāhumma a'ūdzu biriḍāka min sakhaṭika, wa bimu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūdzu bika minka, lā uḥṣī tsanā'an 'alaika, anta kamā atsnaita 'alā nafsika.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan perlindungan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu. Engkau sebagaimana telah memuji diri-Mu sendiri."
(HR. Muslim Nomor 486)
Doa tersebut mengajarkan seorang Muslim untuk senantiasa mengharapkan keridaan dan perlindungan Allah SWT.
Bacaan lain yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW adalah:
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Latin: Subbūḥun quddūsun rabbul-malā'ikati war-rūḥ.
Artinya: "Mahasuci lagi Mahakudus, Tuhan para malaikat dan Ruh (Jibril)."
Bacaan ini diriwayatkan dari Aisyah RA sebagai salah satu zikir yang diamalkan Rasulullah SAW ketika rukuk dan sujud.
(HR. Muslim Nomor 487)
Pada dasarnya, terdapat anjuran memperbanyak doa ketika bersujud. Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai penggunaan bahasa selain Arab dalam doa ketika sholat.
Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab Syafi'i, ketentuan doa menggunakan bahasa selain Arab memiliki rincian berdasarkan kemampuan berbahasa Arab dan jenis doa yang dibaca.
Untuk menjaga kehati-hatian, umat Islam dapat mengutamakan doa berbahasa Arab yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis, terutama saat melaksanakan sholat.
Doa-doa tersebut tidak harus dibaca seluruhnya sekaligus dalam satu sujud.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir