KebonCinta.com-- Merasa sehat bukan berarti tekanan darah selalu dalam batas normal. Seseorang bisa tetap bekerja, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menyadari bahwa tekanan darahnya sudah tinggi. Inilah alasan hipertensi kerap disebut sebagai kondisi yang datang secara diam-diam.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko penyakit serius apabila tidak terdeteksi dan terkendali dalam jangka panjang. Gangguan jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal termasuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan hipertensi.
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi salah satu cara penting untuk mengetahui kondisi tubuh. Dengan mengenal faktor risikonya dan menerapkan kebiasaan sehat, seseorang dapat mengambil langkah lebih awal untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Tekanan darah tinggi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Riwayat keluarga dan pertambahan usia merupakan faktor yang tidak selalu bisa dihindari. Namun, kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami hipertensi.
Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah mengonsumsi garam secara berlebihan. Kandungan natrium yang tinggi dalam makanan dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap asupan garam.
Pilihan makanan juga berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah. Kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses, makanan tinggi lemak jenuh, serta minim buah dan sayuran dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan tekanan darah.
Di samping itu, kurang bergerak, berat badan berlebih, merokok, dan konsumsi alkohol dapat memperburuk risiko hipertensi. Kondisi medis tertentu serta penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memengaruhi tekanan darah sehingga perlu diperhatikan bersama tenaga kesehatan.
Hipertensi tidak selalu membuat seseorang merasa sakit. Bahkan, sebagian orang baru mengetahui tekanan darahnya tinggi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Sakit kepala, pusing, atau keluhan lain terkadang muncul pada orang dengan tekanan darah tinggi. Namun, tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami hipertensi karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain.
Cara yang lebih tepat untuk mengetahui tekanan darah adalah melakukan pengukuran menggunakan alat yang sesuai. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka tinggi secara berulang, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar kondisi tersebut dapat dinilai dengan benar.
Baca Juga: Sering Lapar Saat Diet? Apel Bisa Jadi Camilan Pilihan, Ini Alasannya
Mengendalikan hipertensi dapat dimulai dengan memperbaiki pola makan. Batasi garam, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, serta pilih sumber protein dan biji-bijian yang bergizi. Mengurangi makanan tinggi natrium juga penting, termasuk makanan kemasan yang kandungan garamnya terkadang tidak disadari.
Aktivitas fisik teratur turut membantu menjaga kesehatan jantung. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau olahraga lain yang sesuai dengan kemampuan tubuh bisa menjadi pilihan. Lakukan secara bertahap dan konsisten, terutama jika sebelumnya jarang berolahraga.
Menjaga berat badan dalam rentang sehat, berhenti merokok, tidur yang cukup, dan mengelola stres juga mendukung upaya pengendalian tekanan darah. Perubahan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu membentuk pola hidup yang lebih sehat.
Meski demikian, perubahan gaya hidup tidak selalu cukup bagi setiap orang. Sebagian penderita hipertensi membutuhkan obat sesuai penilaian dokter.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir