KebonCinta.com â Masyarakat yang menunggu pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Hingga penelusuran kanal resmi Badan Kepegawaian Negara pada 17 Oktober 2026, belum terdapat pengumuman jadwal pendaftaran CPNS umum 2026 secara nasional.
Portal SSCASN memang tetap dapat diakses. Namun keberadaan halaman login atau pembuatan akun tidak otomatis berarti pendaftaran CPNS umum sedang dibuka.
BKN sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat mengenai beredarnya poster yang mengklaim seleksi CPNS 2026 sudah dibuka.
âBKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks, khususnya terkait informasi seleksi ASN,â ujar Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN Wisudo Putro Nugroho.
Menurut BKN, salah satu tanda informasi mencurigakan adalah penggunaan tautan yang bukan berasal dari domain resmi pemerintah.
Pelamar juga perlu waspada terhadap pesan yang meminta masyarakat segera mengeklik tautan, mengisi data pribadi atau melakukan pembayaran tertentu.
Lantas, bagaimana cara mengetahui CPNS benar-benar sudah dibuka?
Langkah pertama adalah mengecek situs resmi SSCASN milik BKN.
Pelamar dapat membuka portal SSCASN kemudian melihat bagian informasi seleksi dan periode pengadaan.
Apabila pemerintah telah membuka seleksi CPNS, informasi mengenai periode, instansi, jenis pengadaan dan formasi akan ditampilkan melalui sistem resmi tersebut.
Baca Juga: CPNS 2026 Sudah Dibuka? Jangan Tertipu Link Palsu, Ini Cara Cek Jadwal Resmi di SSCASN BKN
Langkah kedua adalah mengecek situs resmi BKN.
BKN biasanya menerbitkan informasi mengenai jadwal nasional, ketentuan seleksi maupun perubahan jadwal melalui kanal publikasinya.
Langkah ketiga adalah mengecek laman resmi instansi yang ingin dilamar.
Setelah jadwal nasional diumumkan, masing-masing kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah biasanya menerbitkan pengumuman formasi secara terpisah.
Calon pelamar juga disarankan mulai mempersiapkan dokumen dasar dari sekarang.
Dokumen yang umumnya diperlukan dalam seleksi ASN antara lain KTP, Kartu Keluarga, ijazah, transkrip nilai, pas foto serta dokumen tambahan yang ditentukan masing-masing instansi.
Data NIK dan identitas juga perlu dipastikan sesuai.
Jika terdapat masalah seperti NIK telah digunakan pihak lain atau kendala akun, BKN menyediakan Helpdesk SSCASN.
Hal yang tidak kalah penting adalah jangan membuat keputusan hanya berdasarkan poster dari WhatsApp, Facebook, TikTok maupun grup Telegram.
Sumber utama tetap BKN, SSCASN dan instansi pemerintah yang membuka formasi.
Masyarakat juga tidak perlu membayar pihak tertentu agar dapat lolos CPNS.
Proses seleksi menggunakan mekanisme resmi dan tahapan seleksi yang ditentukan pemerintah.
Karena itu, calon pelamar sebaiknya memanfaatkan waktu menunggu untuk mempersiapkan berkas serta belajar menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar.
Jika jadwal resmi CPNS diumumkan, informasi tersebut akan dapat diverifikasi melalui kanal resmi pemerintah dan bukan hanya melalui poster yang beredar di media sosial.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir