Selanjutnya, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengelompokkan komponen biotik dan abiotik. Mereka juga mendiskusikan hubungan antara kedua komponen tersebut, seperti kebutuhan tumbuhan terhadap cahaya matahari, air, dan unsur hara.
Setiap kelompok kemudian mempelajari contoh interaksi antarmakhluk hidup, seperti predasi, kompetisi, mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Siswa diminta mencari contoh yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil diskusi disampaikan melalui presentasi singkat. Guru memberikan umpan balik, memperjelas konsep yang belum dipahami, dan membantu siswa merumuskan kesimpulan.
3. Kegiatan penutup
Guru bersama siswa merangkum materi mengenai komponen ekosistem dan bentuk interaksi antarmakhluk hidup. Sebagai refleksi, siswa menuliskan satu konsep yang sudah dipahami dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka pelajari.
1. Kegiatan pendahuluan
Guru mengulas materi sebelumnya melalui pertanyaan singkat. Setelah itu, guru menyampaikan studi kasus mengenai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran sungai, berkurangnya ruang hijau, atau penumpukan sampah di sekitar permukiman.
2. Kegiatan inti
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menganalisis salah satu permasalahan lingkungan yang disediakan guru. Mereka mengidentifikasi komponen ekosistem yang terdampak, kemungkinan penyebab masalah, serta pengaruhnya terhadap organisme dan kondisi lingkungan.
Siswa kemudian menyusun hasil analisis dalam bentuk laporan singkat, poster, atau presentasi. Setiap kelompok perlu menyampaikan alasan yang mendukung kesimpulan mereka berdasarkan informasi yang tersedia.
Kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan tanggapan. Guru membimbing diskusi agar siswa dapat membedakan fakta, dugaan, dan solusi yang masuk akal.
Pada akhir kegiatan inti, siswa merumuskan beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak permasalahan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Baca Juga: Contoh RPP PKN Kelas 11 Semester Ganjil, Lengkap dengan Tujuan dan Langkah Pembelajaran
3. Kegiatan penutup
Guru dan siswa menyimpulkan hubungan antara komponen ekosistem serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Siswa kemudian melakukan refleksi tentang tindakan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian dilakukan secara bertahap untuk mengetahui pemahaman, keterampilan, dan perkembangan belajar peserta didik.
Asesmen diagnostik dilakukan sebelum pembelajaran melalui pertanyaan tentang pengetahuan awal siswa mengenai lingkungan, makhluk hidup, dan hubungan antarkomponen ekosistem.
Asesmen formatif dilakukan selama kegiatan berlangsung. Guru dapat mengamati partisipasi dalam diskusi, ketepatan pengelompokan komponen ekosistem, kemampuan menyampaikan pendapat, dan hasil pengerjaan lembar kerja.
Asesmen sumatif dapat berupa soal tertulis, laporan analisis kasus, atau presentasi kelompok. Penilaian dapat mempertimbangkan pemahaman konsep, ketepatan analisis, penggunaan bukti, dan kemampuan menyampaikan kesimpulan.
Contoh pertanyaan evaluasi yang dapat digunakan antara lain:
Guru dapat menyesuaikan bentuk dan tingkat kesulitan asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
Peserta didik memiliki kebutuhan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, guru dapat menyediakan materi dalam bentuk teks, gambar, video, atau lembar pengamatan sederhana agar siswa memiliki beberapa pilihan untuk memahami konsep.
Siswa yang masih mengalami kesulitan dapat diberikan pendampingan melalui contoh konkret dan pertanyaan bertahap. Sementara itu, siswa yang sudah memahami materi dapat diminta menganalisis kasus lingkungan yang lebih kompleks atau membuat infografik mengenai hubungan antarkomponen ekosistem.
Hasil asesmen digunakan untuk menentukan tindak lanjut. Siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran dapat mengikuti kegiatan penguatan, sedangkan siswa yang telah menguasai materi dapat memperoleh tugas pengayaan.
Contoh RPP Biologi kelas X semester 2 Kurikulum Merdeka ini dapat menjadi acuan awal bagi guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman siswa.
Melalui pengamatan lingkungan, diskusi, serta analisis permasalahan nyata, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep ekosistem secara teori, tetapi juga belajar melihat keterkaitan antara aktivitas manusia dan keseimbangan alam.
Agar perangkat ajar benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah, guru perlu menyesuaikan tujuan, materi, alokasi waktu, dan asesmen dengan capaian pembelajaran serta alur tujuan pembelajaran yang digunakan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir