Pendidikan
M. Panji Maulana

Contoh Kartu Inventaris Peralatan Laboratorium Sekolah dan Jadwal Pemeriksaannya

Contoh Kartu Inventaris Peralatan Laboratorium Sekolah dan Jadwal Pemeriksaannya

14 Oktober 2026 | 12:49

keboncinta.com- Peralatan laboratorium sekolah perlu dicatat agar lokasi, kondisi, dan riwayat penggunaannya dapat diketahui. Tanpa pencatatan yang teratur, alat yang rusak atau dipindahkan sering baru diketahui ketika akan dipakai untuk praktikum.

Kartu inventaris membantu petugas mengenali setiap alat dan menentukan kebutuhan pemeriksaan. Formatnya dapat dibuat sederhana, tetapi perlu digunakan secara konsisten.

Informasi yang Perlu Dicantumkan

Untuk alat yang memiliki identitas tersendiri, seperti mikroskop atau timbangan digital, gunakan satu kode unik bagi setiap unit.

Informasi yang dapat dicatat meliputi:

  • Kode alat dan nama barang.
  • Merek, tipe, serta nomor seri jika tersedia.
  • Tahun perolehan dan sumber dokumen.
  • Lokasi penyimpanan.
  • Kondisi terakhir.
  • Penanggung jawab.
  • Riwayat pemeriksaan dan perbaikan.

Kartu operasional ini dapat melengkapi pencatatan aset sekolah. Jika sekolah memiliki format resmi untuk pelaporan barang, tetap gunakan format tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Cara Membuat Kisi-Kisi dan Kartu Soal untuk Guru, Lengkap dengan Contoh Format 

Contoh Kartu Inventaris Alat

KolomContoh Pengisian
Kode alatLAB-BIO-001
Nama alatMikroskop
Merek/tipeDiisi sesuai label alat
Nomor seriDiisi jika tersedia
LokasiLemari A, rak 2
KondisiDapat digunakan; pemeriksaan terakhir tercatat
Penanggung jawabPetugas laboratorium
Pemeriksaan berikutnyaDiisi sesuai jadwal sekolah

Jangan mengarang nomor seri, tahun perolehan, atau harga ketika bukti belum ditemukan. Tuliskan “belum terverifikasi” dan tentukan siapa yang akan menelusuri dokumennya.

Pisahkan Inventaris dari Catatan Pemakaian

Inventaris menjelaskan barang yang dimiliki. Catatan pemakaian menjelaskan kapan alat digunakan, siapa yang meminjam, dan bagaimana kondisi saat dikembalikan.

Untuk alat yang sering berpindah ruang, tambahkan buku peminjaman dengan tanggal keluar, pengguna, tujuan penggunaan, tanggal kembali, dan hasil pemeriksaan.

Bahan habis pakai sebaiknya memiliki pencatatan stok tersendiri. Jumlah bahan yang berkurang karena digunakan tidak dicatat sebagai kerusakan alat.

Baca Juga: Cara Menganalisis Butir Soal: Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda dengan Contoh 

Contoh Jadwal Pemeriksaan

Jadwal berikut merupakan contoh pengelolaan internal, bukan interval wajib untuk semua jenis alat.

WaktuPemeriksaan
Sebelum praktikumKetersediaan alat, kebersihan, kelengkapan, dan kerusakan yang terlihat
Setelah praktikumJumlah kembali, kondisi, dan lokasi penyimpanan
BulananKecocokan daftar inventaris dengan barang serta kebutuhan perawatan
Awal semesterKesiapan alat untuk kegiatan praktikum yang direncanakan

Sesuaikan interval dengan frekuensi penggunaan, risiko, dan petunjuk produsen. Pemeriksaan visual tidak menggantikan pengujian atau kalibrasi yang diperlukan oleh alat tertentu.

Mencatat Kerusakan dan Tindak Lanjut

Gunakan uraian yang spesifik, misalnya “kenop fokus tidak bergerak lancar” atau “kabel terkelupas”. Hindari hanya menulis “rusak” tanpa penjelasan.

Alat yang diduga tidak aman perlu dipisahkan dan diberi penanda agar tidak digunakan sebelum dinilai oleh petugas yang kompeten.

Catat tanggal laporan, tindakan yang direncanakan, pihak yang menangani, dan hasil pemeriksaan setelah perbaikan. Ketika alat kembali digunakan, perbarui kondisinya berdasarkan pemeriksaan, bukan sekadar karena alat sudah dikembalikan ke lemari.

Tags:
Inventaris Sekolah Laboratorium Sekolah administrasi sekolah

Komentar Pengguna