Parenting
Hilmi An Naufal

Cegah Remaja Kecanduan Gim dan Rokok, UI Ajarkan Orang Tua Teknik Say-No dan I-Language

Cegah Remaja Kecanduan Gim dan Rokok, UI Ajarkan Orang Tua Teknik Say-No dan I-Language

07 Oktober 2026 | 17:57

KebonCinta.com — Hubungan komunikasi antara orang tua dan anak dinilai mempunyai peran penting dalam mencegah berbagai perilaku adiktif pada remaja.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia memberikan pelatihan komunikasi asertif kepada orang tua dan remaja untuk membantu mencegah kecanduan gim serta kebiasaan merokok.

Program dilakukan bersama Komunitas Saung Belajar di Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Sebanyak 40 peserta atau 20 pasangan orang tua dan remaja mengikuti rangkaian kegiatan.

Ketua tim FIK UI Herni Susanti mengatakan pencegahan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan anak.

“UI mendorong penguatan komunikasi keluarga sebagai salah satu langkah pencegahan yang dapat dimulai dari rumah,” ujar Herni.

Menurutnya, memperingatkan anak mengenai bahaya merokok atau bermain gim secara berlebihan saja belum tentu cukup.

Anak juga membutuhkan hubungan yang membuat mereka nyaman membicarakan masalah.

“Kami ingin keluarga jadi tempat pertama bagi anak untuk berbicara tentang masalahnya,” katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri, Ini Pesan Utamanya 

Ia menjelaskan orang tua perlu mampu berdialog tanpa membuat anak merasa langsung disalahkan maupun ditekan.

Peserta dalam program tersebut mempelajari teknik komunikasi Say-No dan I-Language.

Teknik Say-No membantu seseorang menyampaikan penolakan dengan tegas ketika menghadapi tekanan.

Kemampuan ini dapat berguna ketika seorang remaja mendapatkan ajakan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, termasuk dari kelompok pertemanan.

Sementara I-Language membantu seseorang menyampaikan perasaan atau kebutuhan tanpa langsung menyerang orang lain.

Contohnya, orang tua dapat menjelaskan kekhawatiran mengenai waktu bermain gim tanpa memulai percakapan dengan tuduhan.

Program juga membahas tekanan teman sebaya atau peer pressure.

Pada usia remaja, pendapat dan penerimaan kelompok pertemanan dapat mempunyai pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan.

Karena itu, remaja perlu dibekali kemampuan menentukan batasan.

Orang tua juga diajak menyusun bentuk pengawasan yang tidak terasa mengekang.

Aturan dibuat melalui kesepakatan bersama agar anak memahami alasan di balik batasan penggunaan gim maupun kebiasaan lain.

Tahap selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi penerapan komunikasi tersebut di rumah.

Peserta kemudian menyusun rencana tindak lanjut dan komitmen keluarga.

Pendiri Komunitas Saung Belajar Citra Amelia mengatakan sebagian orang tua sebenarnya sudah mengetahui risiko perilaku adiktif.

“Banyak orang tua di sini sebenarnya bingung harus mulai dari mana,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan membantu orang tua dan anak membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Pendekatan ini tidak berarti seluruh persoalan kecanduan dapat diselesaikan hanya dengan berbicara.

Namun komunikasi keluarga yang baik dapat membantu masalah dikenali lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih berat.

Rumah yang memberikan ruang aman untuk berbicara juga membuat remaja memiliki tempat kembali ketika menghadapi tekanan dari lingkungan maupun masalah pribadi.

Tags:
Parenting Remaja Kecanduan Gim Rokok Universitas Indonesia Orang Tua Komunikasi Keluarga

Komentar Pengguna