Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Menyusun Program Remedial Siswa Berdasarkan Kesulitan Belajar

Cara Menyusun Program Remedial Siswa Berdasarkan Kesulitan Belajar

14 Oktober 2026 | 12:12

keboncinta.com- Nilai yang belum memenuhi kriteria pencapaian dapat menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bantuan belajar. Namun, angka saja belum menjelaskan bagian materi yang sulit dipahami atau penyebab kesalahannya.

Program remedial perlu disusun berdasarkan bukti kesulitan belajar. Guru memberikan pembelajaran yang sesuai kebutuhan, kemudian memeriksa kembali perkembangan siswa melalui asesmen yang relevan.

Remedial Bukan Sekadar Mengulang Tes

Remedial merupakan kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa menguasai kemampuan yang belum tercapai.

Mengulang tes tanpa bantuan belajar dapat membuat siswa kembali melakukan kesalahan yang sama. Karena itu, guru perlu menentukan bagian yang harus diperbaiki sebelum menyiapkan penilaian ulang.

Bentuk bantuan dapat berupa penjelasan ulang, latihan bertahap, penggunaan benda konkret, atau pendampingan dalam kelompok kecil.

Mulai dari Tujuan Pembelajaran

Tentukan kemampuan yang hendak dicapai dan bukti yang menunjukkan bahwa siswa telah menguasainya.

Misalnya, tujuan pembelajaran adalah menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda. Guru perlu memeriksa apakah siswa memahami pecahan senilai, mampu menyamakan penyebut, dan dapat melakukan operasi hitung.

Kesulitan pada salah satu langkah membutuhkan bantuan yang berbeda. Siswa yang belum memahami pecahan senilai tidak cukup dibantu dengan menambah jumlah soal penjumlahan.

Periksa Bukti Kesulitan Belajar

Gunakan lembar jawaban, hasil tugas, pengamatan, atau percakapan singkat dengan siswa.

Mintalah siswa menjelaskan cara berpikirnya. Jawaban salah dapat terjadi karena konsep belum dipahami, perhitungan keliru, atau instruksi tidak terbaca dengan baik.

Hindari memberi label “malas” hanya berdasarkan nilai. Catat kesulitan dalam bentuk kemampuan yang dapat dibantu, seperti “belum dapat menentukan penyebut bersama”.

Baca Juga: Skema Kenaikan Kelas Berubah pada 2027, Evaluasi dan Remedial Siswa Jadi Sorotan 

Kelompokkan Berdasarkan Kebutuhan

Siswa dengan nilai sama belum tentu memiliki kesulitan yang sama. Pengelompokan sebaiknya mempertimbangkan jenis kesalahan.

Kesulitan yang ditemukanBentuk bantuanBukti perkembangan
Belum memahami pecahan senilaiMenggunakan gambar dan potongan kertasMenunjukkan pasangan pecahan senilai
Keliru menyamakan penyebutContoh langkah dan latihan bertahapMenyamakan penyebut secara mandiri
Kurang teliti menghitungLatihan singkat dengan pemeriksaan ulangHasil hitung benar dan dapat dijelaskan

Kelompok bersifat fleksibel. Siswa dapat berpindah ketika kebutuhan belajarnya berubah.

Contoh Susunan Program Remedial

Mata pelajaran: Matematika
Kelas: VII
Tujuan: Menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda
Kesulitan: Menentukan pecahan senilai dan penyebut bersama
Bantuan: Demonstrasi menggunakan gambar, contoh terbimbing, lalu latihan mandiri
Jadwal: Dua pertemuan singkat sesuai kebutuhan
Asesmen ulang: Tiga soal baru yang mengukur kemampuan sama
Tindak lanjut: Pendampingan tambahan pada langkah yang belum dikuasai

Baca Juga: Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran dengan Benar 

Jumlah pertemuan dan soal pada contoh tersebut bukan ketentuan wajib. Guru menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa dan waktu yang tersedia.

Laksanakan Pembelajaran secara Bertahap

Awali dengan contoh yang mudah dipahami. Beri kesempatan siswa mencoba dan jelaskan bagian yang sudah benar maupun yang masih perlu diperbaiki.

Kurangi bantuan secara bertahap sampai siswa mampu bekerja mandiri. Hindari memberikan seluruh jawaban karena hal itu menyulitkan guru mengetahui penguasaan sebenarnya.

Gunakan suasana yang mendukung. Penyebutan peserta remedial di depan kelas dengan cara mempermalukan dapat menghambat keberanian siswa bertanya.

Periksa Hasil dan Catat Tindak Lanjut

Asesmen ulang mengukur tujuan yang sama, dengan tugas atau soal yang sesuai. Guru membandingkan bukti sebelum dan sesudah bantuan diberikan.

Jika kemampuan belum tercapai, periksa kembali pendekatan, instruksi, dan kebutuhan siswa. Kesulitan yang menetap dapat dibicarakan dengan wali kelas, orang tua, atau tenaga pendukung sesuai kebutuhan.

Catat kemampuan yang telah berkembang dan bantuan berikutnya. Pengolahan nilai mengikuti pedoman asesmen serta kebijakan sekolah, bukan otomatis memberi angka tertentu kepada semua peserta remedial.

Tags:
ProgramRemedial AsesmenPembelajaran StrategiMengajar

Komentar Pengguna