Keluarga
Rahman Abdullah

Cara Mencegah Bullying pada Anak Dimulai dari Rumah, Orang Tua Perlu Tahu

Cara Mencegah Bullying pada Anak Dimulai dari Rumah, Orang Tua Perlu Tahu

14 Oktober 2026 | 13:52

KebonCinta.com-- Perundungan atau bullying pada anak bukan masalah sepele yang bisa dianggap sebagai bagian biasa dari proses tumbuh dewasa. Ejekan berulang, pengucilan, intimidasi, hingga perlakuan tidak menyenangkan di dunia digital dapat membuat anak kehilangan rasa aman dan merasa kesulitan menghadapi lingkungan pergaulannya.

Karena itu, pencegahan bullying perlu dimulai dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga. Orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu anak mengenali perilaku yang tidak pantas, berani mengungkapkan perasaan, dan mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan.

Membangun lingkungan yang bebas perundungan memang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Namun, ada sejumlah kebiasaan di rumah yang dapat menjadi langkah awal untuk melindungi anak sekaligus membentuk karakter yang menghargai orang lain.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Fisika Lengkap untuk Siswa, Ini Topik yang Perlu Dipelajari 

1. Jadikan Rumah sebagai Tempat Aman untuk Bercerita

Anak yang menghadapi masalah dengan teman sebaya belum tentu langsung berani menceritakannya kepada orang tua. Sebagian anak mungkin takut disalahkan, dianggap lemah, atau khawatir masalahnya justru menjadi semakin besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, orang tua perlu membiasakan komunikasi yang hangat dan terbuka. Luangkan waktu untuk menanyakan kegiatan anak, mendengarkan pengalaman mereka, serta memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaan tanpa takut dihakimi.

Ketika anak bercerita tentang perlakuan yang membuatnya tidak nyaman, hindari respons yang meremehkan atau langsung menyalahkan. Dengarkan terlebih dahulu, tunjukkan bahwa perasaannya dihargai, lalu ajak anak memikirkan langkah yang aman untuk menghadapi situasi tersebut.

Kebiasaan ini membantu anak memahami bahwa mereka tidak harus menyelesaikan persoalan seorang diri. Mereka memiliki orang dewasa yang dapat dipercaya ketika menghadapi masalah.

2. Kenalkan Empati agar Anak Tidak Mudah Menyakiti Orang Lain

Pencegahan bullying tidak cukup hanya dengan mengajarkan anak untuk melindungi diri. Anak juga perlu memahami bagaimana perilaku mereka dapat memengaruhi perasaan orang lain.

Orang tua dapat menanamkan empati melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengajak anak membayangkan perasaan seseorang yang diejek karena penampilan, dijauhi teman-temannya, atau dipermalukan di depan banyak orang.

Ajarkan pula bahwa candaan tidak selalu menyenangkan bagi semua orang. Jika seseorang merasa terluka, tidak nyaman, atau meminta agar perilaku tertentu dihentikan, hal tersebut perlu dihormati.

Keteladanan orang tua juga berpengaruh. Anak lebih mudah memahami sikap saling menghargai ketika mereka melihat orang dewasa menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa menghina, mengancam, atau merendahkan pihak lain.

Baca Juga: Materi TKA Biologi SMA Kelas 12 Lengkap dengan Rangkuman dan Contoh Soal 

3. Dampingi Anak Menggunakan Internet dan Media Sosial

Pergaulan anak saat ini tidak hanya berlangsung di sekolah atau lingkungan tempat tinggal. Pesan instan, permainan daring, dan media sosial juga dapat menjadi tempat terjadinya perundungan.

Cyberbullying dapat muncul dalam bentuk komentar yang menghina, penyebaran foto tanpa izin, pesan ancaman, penyebaran rumor, atau tindakan sengaja mempermalukan seseorang melalui internet.

Orang tua perlu mengetahui bagaimana anak menggunakan perangkat digital tanpa harus menjadikan setiap aktivitasnya sebagai sumber kecurigaan. Bangun percakapan mengenai pengalaman anak saat berinternet dan jelaskan pentingnya menjaga privasi serta menghormati orang lain di ruang digital.

Anak juga perlu mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menerima perlakuan buruk, seperti menyimpan bukti, memblokir akun pelaku jika aman dilakukan, melaporkan konten, dan meminta bantuan orang dewasa tepercaya. Mereka tidak perlu membalas hinaan dengan hinaan karena tindakan tersebut dapat memperburuk keadaan.

4. Perhatikan Perubahan Sikap dan Kebiasaan Anak

Tidak semua anak langsung mengungkapkan bahwa dirinya mengalami bullying. Karena itu, orang tua perlu mengenali perubahan yang tidak biasa dalam perilaku maupun rutinitas anak.

Anak yang sebelumnya bersemangat bersekolah mungkin mulai sering mengeluh, enggan pergi ke sekolah, menarik diri dari pergaulan, atau tampak cemas ketika membicarakan teman tertentu.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Bullying perundungan anak Orang Tua Cara mencegah bullying

Komentar Pengguna