KebonCinta.com - Murid yang biasanya aktif tiba-tiba lebih sering diam. Ada pula yang mulai terlambat mengumpulkan tugas atau enggan bergabung dalam kegiatan kelompok. Di ruang kelas, perubahan seperti ini dapat menjadi awal percakapan untuk memahami apa yang sedang mereka hadapi.
Guru kelas dan guru mata pelajaran memiliki kesempatan melihat keseharian murid secara langsung. Kedekatan tersebut membuat kemampuan mendampingi menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Dalam siaran pers Kemendikdasmen tertanggal 11 Mei 2025, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendampingan oleh guru mencakup kebutuhan akademik maupun nonakademik, termasuk pengembangan minat dan bakat murid. Arahnya adalah pendidikan yang memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh.
Tugas yang tidak selesai belum tentu menunjukkan murid tidak mau berusaha. Sebagai ilustrasi, seorang anak mungkin belum memahami instruksi, kesulitan mengatur waktu, atau merasa takut bertanya setelah tertinggal pelajaran.
Kemampuan mendampingi membantu guru membuka percakapan sebelum menarik kesimpulan. Pertanyaan sederhana tentang bagian yang terasa sulit dapat memberi gambaran mengenai dukungan yang dibutuhkan.
Dari percakapan tersebut, guru bisa menyesuaikan penjelasan atau membantu murid menentukan langkah belajar berikutnya. Murid pun memperoleh kesempatan menyampaikan kendala yang sebelumnya tidak terlihat dari hasil tugas.
Tidak semua murid mudah mengungkapkan kebutuhannya. Sebagian mungkin khawatir dianggap mengeluh atau merasa persoalannya tidak cukup penting untuk diceritakan.
Karena itu, interaksi sehari-hari memiliki arti. Cara guru menanggapi pertanyaan, memberikan koreksi, dan merespons kesalahan dapat menjadi kesempatan membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Laman program BK Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menempatkan komunikasi empatik sebagai salah satu kemampuan guru untuk memberikan dukungan awal sesuai kebutuhan psikososial murid.
Dalam praktik sederhana, guru dapat menyediakan waktu berbicara secara pribadi ketika murid tampak kesulitan. Percakapan dilakukan dengan menghargai kenyamanan anak dan tanpa mempermalukannya di depan teman-teman.
Pendampingan juga dibutuhkan ketika murid sedang menemukan hal yang disukai dan kemampuan yang ingin dikembangkan.
Sebagai contoh, murid yang jarang berbicara saat diskusi mungkin mampu menyusun gambar atau menjelaskan gagasan melalui tulisan. Perhatian terhadap proses belajar memberi guru kesempatan melihat kemampuan yang belum muncul dalam kegiatan tertentu.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa peran guru mencakup penyediaan lingkungan belajar yang mendukung keaktifan, kemandirian, dan kreativitas peserta didik.
Ketika kemampuan dasar pendampingan dimiliki lebih banyak guru, murid memiliki lebih banyak kesempatan menemukan orang dewasa yang dapat diajak berbicara di sekolah.
Baca Juga: Guru Biologi Merapat! Berikut Contoh RPP Biologi Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Program penguatan BK Kemendikdasmen juga diarahkan untuk mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier dalam suasana sekolah yang aman serta nyaman.
Kemampuan tersebut tetap digunakan sesuai kompetensi guru, dengan melibatkan guru BK atau tenaga yang tepat ketika diperlukan. Melalui perhatian dalam keseharian, guru dapat membantu murid merasa dikenal, didengar, dan didukung selama menjalani pendidikan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir