KebonCinta.com - Perawatan kulit kini bukan lagi hal yang identik dengan perempuan. Seiring berkembangnya industri kecantikan, semakin banyak pria yang mulai memperhatikan kesehatan kulit melalui penggunaan produk skincare maupun perawatan estetika di klinik kecantikan.
Meski pasien perempuan masih mendominasi, minat pria terhadap layanan kecantikan mulai terlihat. Perubahan ini menunjukkan bahwa perawatan kulit semakin dipandang sebagai bagian dari kebiasaan merawat diri, bukan kebutuhan kelompok tertentu saja.
Dokter estetika MyClinic, dr. Clarissa Nathasia, mengungkapkan bahwa perempuan masih menjadi mayoritas pasien yang datang ke klinik kecantikan. Meski demikian, pria juga mulai menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai prosedur perawatan kulit.
Baca Juga: HP Biasa Mulai Tergeser pada 2026? HP Lipat Diprediksi Meledak, Apple Siap Bikin Kejutan!
Meningkatnya minat pria terhadap perawatan estetika membuat pemahaman mengenai karakteristik kulit menjadi semakin penting. Menurut Clarissa, kulit pria dan perempuan memiliki sejumlah perbedaan yang dapat memengaruhi pemilihan produk maupun prosedur perawatan.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan morfologi kulit menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan pendekatan perawatan yang sesuai bagi setiap pasien.
Selain faktor biologis, kebiasaan merawat kulit juga turut berperan. Pria sebelumnya cenderung lebih jarang menggunakan produk skincare. Namun, kebiasaan tersebut mulai berubah seiring meningkatnya kesadaran untuk menjaga kesehatan kulit dan penampilan.
Karena itu, edukasi tentang perawatan kulit juga penting bagi pria, terutama mereka yang baru mulai membangun rutinitas skincare.
Baca Juga: Desil KIP Kuliah 2026 Tiba-Tiba Berubah? Jangan Panik, Ini Cara Mengajukan Perbaikan Data!
Perbedaan karakteristik kulit dan kebiasaan perawatan dapat memengaruhi jenis treatment yang direkomendasikan. Clarissa menjelaskan bahwa pemilihan serum, prosedur, hingga jumlah sesi perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Artinya, pria tidak harus mengikuti seluruh rangkaian perawatan yang sama dengan perempuan hanya karena produk atau prosedur tertentu sedang populer. Pemilihan perawatan sebaiknya didasarkan pada kondisi kulit, keluhan yang ingin ditangani, serta tujuan perawatan.
Pendekatan personal juga membantu pasien menghindari keputusan yang hanya mengikuti tren. Produk dan prosedur yang cocok bagi seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.
Sebelum memilih treatment di klinik kecantikan, pasien perlu memahami kondisi kulit dan masalah yang ingin ditangani. Clarissa menekankan pentingnya konsultasi agar dokter dapat mendengarkan keluhan, memahami kebiasaan sehari-hari, serta menilai kondisi kulit secara menyeluruh.
Melalui konsultasi, rekomendasi perawatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pasien juga dapat memperoleh penjelasan mengenai prosedur yang ditawarkan, manfaat yang diharapkan, risiko, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah tindakan.
Bagi pria yang baru mulai menggunakan skincare, perawatan tidak harus langsung melibatkan prosedur estetika yang kompleks. Mengenali kebutuhan kulit dan membangun rutinitas dasar yang sesuai dapat menjadi langkah awal sebelum mempertimbangkan perawatan lanjutan.
Meningkatnya minat pria terhadap klinik kecantikan menunjukkan bahwa perawatan estetika semakin terbuka bagi berbagai kalangan. Namun, banyaknya pilihan produk dan prosedur perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai kebutuhan kulit.
Baik pria maupun perempuan sebaiknya tidak menjadikan tren sebagai satu-satunya acuan. Memilih produk dan treatment berdasarkan kondisi kulit, disertai konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten, dapat membantu perawatan dilakukan secara lebih tepat dan terarah.
Pada akhirnya, perawatan kulit bukan soal mengikuti standar penampilan tertentu, melainkan upaya menjaga kesehatan kulit sesuai kebutuhan masing-masing individu.**
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir