Sains
Hilmi An Naufal

BRIN Pamerkan Simulasi Reaktor Nuklir hingga Pesawat Tanpa Awak di Indonesia Inventors Day 2026

BRIN Pamerkan Simulasi Reaktor Nuklir hingga Pesawat Tanpa Awak di Indonesia Inventors Day 2026

06 Oktober 2026 | 09:24

KebonCinta.com — Berbagai hasil riset dan inovasi teknologi dipamerkan dalam Indonesia Inventors Day atau IID 2026 yang berlangsung di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.

Badan Riset dan Inovasi Nasional ikut membawa sejumlah teknologi yang dikembangkan peneliti Indonesia.

Salah satu yang menarik perhatian adalah simulasi control rod atau batang kendali pada reaktor nuklir.

Batang kendali merupakan salah satu komponen penting dalam sistem reaktor karena berkaitan dengan pengaturan proses reaksi.

Namun perangkat yang dipamerkan BRIN merupakan simulasi untuk memperkenalkan teknologi dan prinsip kerja sistem reaktor kepada pengunjung.

Selain teknologi nuklir, BRIN juga menampilkan prototipe Pesawat Tanpa Awak LSU-02 VTOL.

Teknologi pesawat tanpa awak mempunyai berbagai potensi penggunaan, mulai dari pemetaan hingga pengamatan wilayah.

BRIN turut memperlihatkan rancangan Multipurpose Decommissioning and Salvage Vessel.

Teknologi lain yang dipamerkan adalah Floating Offshore Wind Turbine berkapasitas 1 kW.

Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi nasional mencakup banyak sektor sekaligus.

Mulai dari penerbangan, kelautan, energi terbarukan hingga teknologi nuklir.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Driszal Fryantoni menilai pekerjaan peneliti tidak berhenti ketika sebuah prototipe selesai dibuat.

“Kita membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menciptakan invensi baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan Indonesia membutuhkan ekosistem yang dapat menghubungkan teknologi dengan kebutuhan masyarakat dan kekuatan industri.

Tujuannya agar penelitian dapat berkembang menjadi produk atau solusi yang benar-benar digunakan.

Indonesia Inventors Day menjadi salah satu ruang pertemuan tersebut.

Peneliti, mahasiswa, pelajar, industri hingga calon mitra dapat bertemu dan melihat langsung berbagai ide yang sedang dikembangkan.

Inventor juga mempunyai kesempatan mencari pihak yang dapat membantu pengembangan teknologi.

Sementara industri dapat menemukan gagasan yang mempunyai potensi dikembangkan menjadi produk.

IID 2026 berlangsung mulai 3 hingga 6 Oktober 2026.

Ajang tersebut juga diikuti peserta internasional dari berbagai negara.

BRIN menyebut keterlibatan banyak negara membuat pertukaran gagasan dan pengalaman menjadi semakin luas.

Perhatian khusus juga diberikan kepada inventor muda.

Generasi muda didorong tidak takut melakukan percobaan meskipun sebuah prototipe belum sempurna pada tahap pertama.

“Inovasi pada dasarnya adalah sebuah proses belajar,” kata Driszal.

Menurutnya, sebuah ide perlu terus diuji, diperbaiki dan disempurnakan sampai mampu menjawab persoalan nyata.

Tantangan riset Indonesia memang bukan hanya melahirkan sebanyak mungkin penemuan.

Tahap yang tidak kalah penting adalah membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium.

Teknologi perlu diuji, dikembangkan dan dipertemukan dengan mitra agar dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

Pameran seperti Indonesia Inventors Day menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan penelitian dengan dunia yang nantinya menggunakan hasil penelitian tersebut.

Tags:
BRIN Indonesia Inventors Day Reaktor Nuklir Drone Energi Terbarukan Inovasi Teknologi Indonesia

Komentar Pengguna