KebonCinta.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan informasi Direktorat Meteorologi Maritim BMKG yang disampaikan pada Kamis, 22 Oktober 2026, potensi kenaikan air laut diperkirakan terjadi pada 22–26 Oktober 2026 di wilayah pesisir utara Jawa Barat.
Peringatan tersebut masih relevan bagi masyarakat pesisir pada Jumat, 23 Oktober 2026.
BMKG menjelaskan bahwa potensi banjir rob berkaitan dengan kondisi astronomis yang dapat meningkatkan tinggi muka air laut.
DUA FENOMENA ASTRONOMIS MENJADI PERHATIAN
Peningkatan potensi pasang maksimum berkaitan dengan fase Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026 dan perigee pada 29 Oktober 2026.
Perigee merupakan kondisi ketika Bulan berada pada titik yang relatif dekat dengan Bumi dalam lintasan orbitnya.
Kombinasi kondisi astronomis tersebut dapat meningkatkan tinggi pasang air laut pada kawasan tertentu.
Meski demikian, tinggi muka air laut dan dampaknya tidak selalu sama di seluruh wilayah.
Kondisi lingkungan pesisir, cuaca, serta karakteristik pasang surut lokal juga memengaruhi kemungkinan terjadinya genangan.
WILAYAH CIREBON YANG PERLU WASPADA
Dalam informasi peringatan untuk pesisir Jawa Barat, sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon disebut berpotensi terdampak kenaikan muka air laut.
Wilayah tersebut meliputi:
1. Kecamatan Losari.
2. Kecamatan Mundu.
3. Kecamatan Gebang.
Sementara itu, untuk wilayah Kota Cirebon, kawasan yang tercantum dalam peringatan meliputi:
1. Kecamatan Lemahwungkuk.
2. Kecamatan Kejaksan.
Masyarakat yang bermukim atau bekerja di kawasan dekat pantai, pelabuhan, tambak, dan saluran air laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
WILAYAH INDRAMAYU YANG PERLU WASPADA
Potensi banjir rob juga mencakup sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Indramayu.
Wilayah yang disebut dalam peringatan antara lain:
1. Kecamatan Kandanghaur.
2. Kecamatan Pasekan.
3. Kecamatan Indramayu.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut diimbau memantau perkembangan informasi cuaca maritim.
Peringatan potensi banjir rob tidak berarti seluruh kecamatan yang disebut sudah mengalami banjir atau pasti akan tergenang.
Informasi tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan peningkatan tinggi muka air laut.
KAPAN PASANG AIR LAUT DIPERKIRAKAN MENINGKAT?
Berdasarkan informasi peringatan yang diberitakan pada 23 Oktober, periode pasang maksimum untuk wilayah pesisir utara Jawa Barat diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00–07.00 WIB.
Waktu tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan pesisir pada dini hari hingga pagi.
Namun, waktu pasang dapat berubah sesuai lokasi dan perkembangan kondisi laut.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan informasi terbaru dari BMKG sebelum melakukan kegiatan.
DAMPAK YANG PERLU DIANTISIPASI
Banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
Dampak yang perlu diantisipasi meliputi:
1. Genangan pada permukiman dekat pantai.
2. Gangguan kendaraan pada jalan pesisir.
3. Terganggunya aktivitas bongkar muat pelabuhan.
4. Hambatan kegiatan nelayan.
5. Gangguan kegiatan tambak dan pengolahan hasil laut.
Risiko dapat berbeda bergantung pada ketinggian lokasi, kondisi saluran drainase, dan tinggi pasang yang terjadi.
CARA CEK INFORMASI BANJIR ROB BMKG
Masyarakat dapat memantau kondisi terkini melalui layanan resmi BMKG.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
1. Buka situs bmkg.go.id.
2. Pilih informasi meteorologi maritim atau cuaca laut.
3. Cari informasi peringatan dini banjir pesisir.
4. Periksa provinsi dan wilayah yang ingin dipantau.
5. Perhatikan tanggal serta periode perkiraan pasang.
6. Pantau pembaruan informasi sebelum beraktivitas.
7.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir