Sementara itu, Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan berada di posisi kesepuluh dengan skor 53,3. Kawasan konservasi ini memiliki berbagai spesies burung, di antaranya Pel's fishing owl, ground hornbill, kori bustard, dan martial eagle. Pengunjung juga dapat menggabungkan kegiatan pengamatan burung dengan safari untuk melihat satwa liar lainnya.
Berdasarkan pemeringkatan AllClear Travel, berikut 10 destinasi wisata mengamati burung terbaik dunia beserta skor yang diperoleh:
| Peringkat | Destinasi | Negara | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Taman Nasional Manú | Peru | 83,1 |
| 2 | Cagar Alam Nasional Tambopata | Peru | 67,5 |
| 3 | Taman Nasional Tsavo Timur | Kenya | 59,8 |
| 4 | Pantanal, Porto Jofre | Brasil | 59,2 |
| 5 | Milpe Bird Sanctuary | Ekuador | 58,2 |
| 6 | Taman Nasional Carara | Kosta Rika | 58,2 |
| 7 | Taman Nasional Corcovado | Kosta Rika | 57,5 |
| 8 | Taman Nasional Keoladeo | India | 57,4 |
| 9 | Cagar Ekologi Costanera Sur | Argentina | 54,8 |
| 10 | Taman Nasional Kruger | Afrika Selatan | 53,3 |
Daftar tersebut menunjukkan bahwa wisata birdwatching tidak hanya mengandalkan banyaknya spesies burung, tetapi juga mempertimbangkan aksesibilitas, kondisi lingkungan, peluang pengamatan, dan biaya perjalanan.
Dengan meningkatnya minat terhadap wisata berbasis hobi dan alam, birdwatching berpotensi menjadi alternatif perjalanan bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman lebih dekat dengan lingkungan. Bagi pencinta satwa maupun pelancong yang ingin mencoba kegiatan baru, destinasi-destinasi tersebut dapat menjadi referensi untuk merencanakan perjalanan pada 2027.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir