Pendidikan
Hilmi An Naufal

Bangga! Yayasan Guru Belajar Indonesia Raih UNESCO-Hamdan Prize 2026, Programnya Jangkau 61.717 Guru

Bangga! Yayasan Guru Belajar Indonesia Raih UNESCO-Hamdan Prize 2026, Programnya Jangkau 61.717 Guru

07 Oktober 2026 | 06:05

KebonCinta.com — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia.

Yayasan Guru Belajar berhasil meraih UNESCO-Hamdan Prize for Teacher Development 2025-2026 melalui program Collective Teacher Leadership Development Programme.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Guru Sedunia di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada Senin, 5 Oktober 2026.

Yayasan Guru Belajar menjadi satu dari hanya tiga penerima penghargaan dunia tersebut.

Dua penerima lainnya berasal dari Türkiye dan Ethiopia.

“Selamat kepada Yayasan Guru Belajar dan terutama kepada para guru serta komunitas yang menjadi jantung gerakan ini,” ujar Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I.G.A.K. Satrya Wibawa.

Baca Juga: Lebih Suka Baca Fiksi? Bagus! 

Ia menilai penghargaan tersebut menunjukkan bahwa inovasi pendidikan yang tumbuh dari Indonesia mampu mendapatkan pengakuan dalam percakapan pendidikan global.

Program yang membawa Yayasan Guru Belajar memperoleh penghargaan telah dijalankan sejak 2021.

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau sebanyak 61.717 guru.

Puluhan ribu guru tersebut tersebar di 91 kabupaten dan kota.

Program tidak hanya menempatkan guru sebagai penerima instruksi maupun peserta pelatihan.

Guru justru didorong menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam pengembangan pembelajaran.

Mereka juga didorong membangun kolaborasi dengan sesama pendidik dan murid.

Pendekatan yang digunakan mencakup pembelajaran digital, pendampingan antarguru, proses refleksi hingga kolaborasi lintas sektor.

Tujuannya adalah membangun kepemimpinan guru secara kolektif.

Program Development Specialist Yayasan Guru Belajar Muhammad Luqman Hakim mengatakan perubahan cara pandang terhadap posisi guru menjadi salah satu tantangan terbesar.

Guru selama ini dinilai sering ditempatkan hanya sebagai pelaksana dari kebijakan yang telah ditentukan.

Padahal pengalaman guru di kelas dapat memberikan masukan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Penghargaan UNESCO-Hamdan juga memberikan dukungan finansial untuk pengembangan program.

Tiga penerima penghargaan tahun ini mendapatkan total dana hibah 300 ribu dolar AS.

Masing-masing penerima memperoleh bagian sebesar 100 ribu dolar AS.

Dana tersebut akan digunakan Yayasan Guru Belajar untuk memperkuat komunitas guru.

Perhatian khusus akan diberikan kepada pendidik di daerah-daerah terpencil.

Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan profesional guru juga akan diperluas.

Selain itu, program akan meningkatkan pengukuran dampak untuk mengetahui bagaimana perubahan pada guru memberikan pengaruh terhadap kualitas pembelajaran murid.

Penghargaan tahun ini semakin bermakna karena bertepatan dengan 60 tahun Rekomendasi ILO dan UNESCO tentang Status Guru tahun 1966.

Dokumen tersebut menjadi salah satu tonggak internasional mengenai posisi, hak dan pengembangan profesi pendidik.

Keberhasilan Yayasan Guru Belajar menunjukkan bahwa inovasi pendidikan Indonesia dapat memperoleh pengakuan dunia.

Prestasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pemberdayaan guru.

Ketika guru diberikan ruang belajar, berkolaborasi dan mengambil keputusan, perubahan dapat berkembang dari ruang kelas menuju komunitas pendidikan yang lebih luas.

Tags:
Guru Indonesia UNESCO Yayasan Guru Belajar pendidikan Hari Guru Sedunia Guru Penghargaan Internasional

Komentar Pengguna