KebonCinta.com - Pembelajaran Bahasa Inggris pada jenjang pendidikan dasar akan memasuki babak baru. Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar dan jenjang sederajat, termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Perubahan tersebut menuntut kesiapan satuan pendidikan, terutama dalam menyediakan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan bahasa dan keterampilan mengajar sesuai kebutuhan murid.
Untuk mendukung persiapan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menjalin kerja sama dengan British Council melalui program STEPS-CoP.
Program ini menyasar peningkatan kompetensi 6.000 guru MI sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan pembelajaran Bahasa Inggris.
Baca Juga: Beasiswa LPDP-Cambridge 2026 Dibuka untuk Guru SD-SMP, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!
Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar tidak hanya membutuhkan penguasaan materi.
Guru juga perlu memahami cara mengenalkan bahasa asing kepada anak melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan menyenangkan.
Pada usia sekolah dasar, murid masih berada dalam tahap mengembangkan keterampilan berbahasa dan kemampuan berpikir.
Karena itu, pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan mereka.
Aktivitas seperti mendengarkan cerita, menyanyikan lagu, mengenal kosakata melalui gambar, dan melakukan percakapan sederhana dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran. Namun, penggunaan metode tersebut tetap harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran dan kemampuan peserta didik.
Baca Juga: Tunjangan Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Mulai 19 Oktober 2026, Begini Cara Cek di Info GTK
Salah satu langkah persiapan yang dilakukan Kemenag adalah menghadirkan program STEPS-CoP.
Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan Bahasa Inggris sekaligus keterampilan pedagogis guru MI.
Sebanyak 68 fasilitator dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan program yang menjangkau 34 kabupaten/kota.
Melalui komunitas praktik, guru memperoleh ruang untuk belajar bersama dan mengembangkan pendekatan pembelajaran.
Penerapan Bahasa Inggris wajib membutuhkan persiapan yang tidak terbatas pada guru.
Madrasah juga perlu memperhatikan perencanaan pembelajaran, ketersediaan bahan ajar, serta dukungan lingkungan belajar.
Baca Juga: Mau Ajukan Bantuan Masjid 2026? Ini Daftar Dokumen yang Harus Disiapkan Pengurus
Dengan persiapan lebih awal, guru diharapkan memiliki waktu untuk meningkatkan kompetensi sebelum kebijakan berlaku.
Program STEPS-CoP menjadi salah satu upaya mendukung kesiapan tersebut, meskipun pelaksanaan pembelajaran tetap perlu mengikuti ketentuan kurikulum dan petunjuk resmi yang berlaku.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir