Bacaan yang aman digunakan ialah zikir sujud sebagaimana sujud sholat biasa, misalnya:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subḥāna rabbiyal-a‘lā.
Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Dalam sebagian kitab fikih, juga dikenal bacaan:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَسْهُو وَلَا يَنَامُ
Subḥāna man lā yashū wa lā yanāmu.
Artinya: “Mahasuci Zat yang tidak lupa dan tidak tidur.”
NU Online mengutip bacaan kedua dari kitab Fathul Mu‘in. Namun, Majelis Tarjih Muhammadiyah menyatakan tidak menemukan hadis yang menetapkannya sebagai bacaan khusus Nabi untuk sujud sahwi. Karena itu, jangan menyebut bacaan tersebut sebagai satu-satunya doa wajib atau hadis sahih khusus sujud sahwi.
Baca Juga: Sains di Balik Doa Di antara Dua Sujud: Kenapa Ini Formula Sukses Paling Genius?
Tidak. Rukun seperti rukuk atau sujud biasa bukan bagian yang bisa diganti begitu saja dengan sujud sahwi. Kekurangan rukun atau rakaat perlu disempurnakan menurut ketentuan fikih. Cara memperbaikinya bergantung pada kapan kelupaan diketahui dan apa yang tertinggal.
Jika baru menyadari kekeliruan sesudah sholat atau merasa sangat bingung, tanyakan kasus konkretnya kepada guru agama. Hindari terus-menerus mengulang sholat hanya karena keraguan tanpa dasar.
Menurut penjelasan fikih Syafi'i di NU Online, lupa mengerjakan sujud sahwi yang sunah tidak otomatis membatalkan sholat, selama rukun dan syarat sholat telah terpenuhi. Jika baru teringat sesaat setelah salam dan jedanya singkat, terdapat ketentuan untuk melakukannya kemudian.
Jika jeda sudah lama, kesunahan tersebut terlewat. Ini berbeda dari kelupaan rukun yang perlu disempurnakan. Jangan menyamakan kedua keadaan tersebut.
Makmum pada dasarnya mengikuti imam dalam pelaksanaan sujud sahwi sesuai ketentuan berjamaah. Jika imam melakukan dua sujud sahwi, perhatikan gerakannya dan jangan mendahului. Untuk makmum yang terlambat mengikuti jamaah (masbuk), ada rincian fikih tersendiri terkait penyempurnaan rakaat dan sujud sahwi.
Agar tidak mudah lupa, usahakan memahami urutan sholat, mengurangi gangguan sebelum takbir, dan menjaga ketenangan. Ketika kelupaan benar-benar terjadi, lakukan perbaikan sesuai tuntunan tanpa panik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir