KebonCinta.com - Pabrik menambah produksi, layanan transportasi semakin banyak digunakan, dan kegiatan usaha berkembang. Berbagai aktivitas tersebut berkontribusi terhadap produksi barang dan jasa dalam perekonomian.
Namun, untuk mengetahui apakah ekonomi suatu negara tumbuh, kita tidak cukup hanya melihat ramainya pusat perbelanjaan atau bertambahnya jumlah usaha. Dibutuhkan ukuran yang menggambarkan perubahan produksi secara keseluruhan.
Di sinilah konsep pertumbuhan ekonomi digunakan. Istilah ini membantu menjelaskan apakah output suatu perekonomian meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan produksi barang dan jasa secara riil dalam suatu wilayah selama periode tertentu.
Baca Juga: Materi TKA SMA Ekonomi, Ini Topik yang Perlu Dipelajari dan Strategi Menghadapi Ujian
Kata “riil” berarti perubahan produksi diukur dengan memisahkan pengaruh perubahan harga. Jadi, kenaikan nilai penjualan akibat harga yang lebih mahal belum tentu menunjukkan pertambahan produksi.
Sebagai gambaran, sebuah perekonomian menghasilkan barang dalam jumlah yang sama seperti tahun sebelumnya. Jika hanya harganya yang naik, nilai produksinya secara nominal dapat meningkat, tetapi output riilnya belum tentu bertambah.
Pertumbuhan ekonomi dapat diamati secara tahunan maupun triwulanan, sesuai data dan periode pembanding yang digunakan.
Indikator utama untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah perubahan Produk Domestik Bruto atau PDB riil.
PDB menggambarkan nilai barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam wilayah negara selama periode tertentu. Cakupannya meliputi berbagai kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, dan jasa.
PDB riil dihitung menggunakan harga konstan. Dengan demikian, perubahan nilainya membantu menunjukkan kenaikan atau penurunan volume produksi.
Jika PDB riil meningkat dibandingkan periode pembanding, pertumbuhan ekonomi bernilai positif. Sebaliknya, penurunan PDB riil menunjukkan kontraksi ekonomi.
Untuk tingkat provinsi atau kabupaten/kota, ukuran yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB riil.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi agar Lebih Aman, Yuk Disimak
Selain melihat total produksi, kita juga perlu mempertimbangkan jumlah penduduk. Salah satu ukuran pelengkapnya adalah PDB riil per kapita, yaitu PDB riil dibagi jumlah penduduk.
Ukuran ini menggambarkan rata-rata output riil per penduduk. Jika produksi tumbuh lebih lambat daripada pertambahan penduduk, PDB riil per kapita dapat menurun meskipun total PDB riil meningkat.
Meski begitu, angka per kapita merupakan rata-rata. Angka tersebut tidak menunjukkan bahwa setiap orang menerima pendapatan yang sama.
Pertumbuhan ekonomi memberikan informasi penting tentang perkembangan produksi, tetapi belum menjelaskan seluruh kondisi masyarakat.
Ekonomi yang tumbuh masih dapat menghadapi pengangguran, kemiskinan, atau kesenjangan pendapatan. Manfaat pertumbuhan juga dapat dirasakan secara berbeda oleh setiap kelompok.
Baca Juga: Belanja Impulsif di Tengah Tekanan Ekonomi, Untung Sesaat or Rugi Jangka Panjang?
Karena itu, penilaian kesejahteraan perlu dilengkapi dengan indikator lain, seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, serta akses pendidikan dan kesehatan.
Dengan membaca berbagai indikator tersebut bersama-sama, kita dapat memahami bukan hanya apakah produksi meningkat, tetapi juga bagaimana perkembangan ekonomi berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir