keboncinta.com- Mencari pekerjaan saat ini tidak cukup hanya dengan memiliki pengalaman dan keterampilan yang sesuai. Pelamar juga perlu memperhatikan bagaimana informasi tersebut disusun dalam Curriculum Vitae (CV), terutama ketika perusahaan menggunakan sistem rekrutmen digital.
Salah satu istilah yang semakin sering ditemukan dalam proses melamar pekerjaan adalah CV ATS friendly. Banyak pencari kerja, termasuk lulusan baru atau fresh graduate, mulai menggunakan format CV ini karena dianggap lebih mudah diproses oleh sistem rekrutmen perusahaan.
Namun, masih banyak kesalahpahaman mengenai CV ATS friendly. Sebagian orang menganggap CV harus selalu menggunakan template tertentu, wajib satu halaman, atau harus memperoleh skor ATS tinggi agar diterima bekerja.
Padahal, CV ATS friendly pada dasarnya adalah dokumen lamaran yang disusun dengan struktur jelas, format mudah dibaca sistem, dan informasi relevan dengan posisi yang dilamar.
Lantas, apa itu CV ATS friendly, bagaimana ciri-cirinya, dan seperti apa cara membuatnya?
CV ATS friendly adalah Curriculum Vitae yang disusun agar informasi di dalamnya lebih mudah dibaca dan diproses oleh Applicant Tracking System atau ATS.
ATS merupakan perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk membantu mengelola proses rekrutmen, mulai dari menerima lamaran, menyimpan data kandidat, hingga membantu penyaringan dan pencarian pelamar berdasarkan kriteria tertentu.
Menurut panduan University of California, Berkeley, perusahaan menggunakan berbagai jenis ATS dengan kemampuan yang berbeda. Karena itu, penggunaan format standar dapat membantu memastikan informasi dalam CV terbaca dengan baik.
Misalnya, sebuah perusahaan membuka lowongan untuk posisi Digital Marketing Specialist dengan persyaratan kemampuan SEO, Google Analytics, pengelolaan media sosial, dan analisis data.
Pelamar yang memang memiliki keterampilan tersebut sebaiknya mencantumkannya secara jelas dalam CV, menggunakan istilah yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan.
Dengan begitu, informasi mengenai kompetensi pelamar lebih mudah ditemukan, baik oleh sistem maupun perekrut yang membaca CV secara langsung.
Meski demikian, tidak semua perusahaan menggunakan ATS untuk menilai atau menyaring kandidat secara otomatis. Proses rekrutmen tetap bergantung pada kebijakan dan metode seleksi masing-masing perusahaan.
Dalam rekrutmen digital, perusahaan dapat menerima banyak lamaran untuk satu posisi pekerjaan.
Penggunaan ATS membantu tim Human Resources (HR) mengelola dokumen pelamar dengan lebih sistematis.
Beberapa sistem dapat mengekstraksi informasi seperti nama, kontak, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan dari CV yang dikirimkan.
Apabila format CV terlalu rumit, sebagian informasi berisiko tidak terbaca atau tersusun secara keliru.
Sebagai contoh, penggunaan tabel bertingkat, teks dalam gambar, atau tata letak beberapa kolom dapat menyulitkan sebagian perangkat lunak ketika membaca urutan informasi.
Itulah sebabnya CV dengan desain sederhana sering direkomendasikan.
Namun, CV ATS friendly bukan jaminan lolos seleksi kerja. Perusahaan tetap mempertimbangkan kesesuaian kualifikasi, pengalaman, keterampilan, dan berbagai persyaratan lain.
Ciri utama CV ATS friendly adalah tata letak yang mudah dipahami.
Gunakan format satu kolom agar urutan informasi terbaca secara berurutan dari atas ke bawah.
Hindari penggunaan terlalu banyak elemen dekoratif, seperti grafik keterampilan, ikon berlebihan, dan bentuk visual yang tidak diperlukan.
CV yang sederhana bukan berarti terlihat kurang profesional. Justru, penataan informasi yang baik membantu perekrut menemukan informasi penting dengan cepat.
Pilih jenis huruf umum seperti Arial, Calibri, Times New Roman, atau font profesional lainnya.
Ukuran font isi sekitar 10–12 poin biasanya nyaman digunakan, sedangkan judul bagian dapat dibuat sedikit lebih besar.
Gunakan huruf tebal seperlunya untuk membedakan nama, jabatan, dan judul bagian.
Hindari penggunaan font dekoratif yang sulit dibaca.
CV ATS friendly sebaiknya mempunyai bagian-bagian yang mudah dikenali, seperti:
Bagian tersebut dapat disesuaikan dengan pengalaman dan kebutuhan posisi yang dilamar.
Menurut University of Pennsylvania Career Services, penggunaan format sederhana, konsisten, dan mudah dibaca merupakan bagian penting dalam penyusunan resume profesional.
Kata kunci atau keywords merupakan istilah yang berkaitan dengan kemampuan, pengalaman, dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Misalnya, pada lowongan pekerjaan bidang administrasi terdapat persyaratan:
Pelamar yang benar-benar menguasai kemampuan tersebut dapat mencantumkannya pada bagian keterampilan atau pengalaman kerja.
Namun, kata kunci tidak boleh ditambahkan secara sembarangan hanya agar CV terlihat sesuai dengan lowongan.
Informasi dalam CV harus tetap akurat dan dapat dijelaskan ketika wawancara.
Baca Juga: Pentingnya Memahami Lowongan Kerja Sebelum Menulis Surat Lamaran Pekerjaan
Sebagian template CV menggunakan ikon untuk nomor telepon, grafik batang untuk kemampuan, dan gambar untuk menunjukkan tingkat penguasaan keterampilan.
Dalam CV ATS friendly, informasi penting sebaiknya tetap dituliskan dalam bentuk teks biasa.
Sebagai contoh, daripada menggunakan grafik tingkat kemampuan Excel, pelamar dapat menuliskan:
"Microsoft Excel: PivotTable, VLOOKUP, pengolahan data, dan pembuatan laporan."
Penjelasan tersebut lebih spesifik dan membantu perekrut memahami kemampuan yang dimiliki.
Sebelum menyusun CV, pelajari deskripsi pekerjaan atau job description secara menyeluruh.
Perhatikan nama posisi, tugas utama, keterampilan yang dibutuhkan, pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman yang dipersyaratkan.
Sebagai contoh, lowongan IT Support mungkin membutuhkan kemampuan troubleshooting komputer, instalasi sistem operasi, jaringan komputer, dan dokumentasi teknis.
Jika memiliki pengalaman yang sesuai, gunakan informasi tersebut untuk menentukan bagian CV yang perlu ditonjolkan.
Bagian paling atas CV biasanya memuat nama lengkap dan informasi kontak.
Contohnya:
Andi Pratama
Email: andipratama@email.com
Telepon: 08xxxxxxxxxx
Domisili: Bandung, Jawa Barat
LinkedIn: linkedin.com/in/andipratama
Portofolio: andipratama.com
Pastikan alamat email terlihat profesional dan nomor telepon dapat dihubungi.
Tidak perlu mencantumkan informasi pribadi yang tidak relevan, seperti agama, status perkawinan, atau nomor identitas kependudukan, kecuali memang diperlukan dan diminta melalui prosedur yang sah.
Foto juga tidak wajib dicantumkan pada semua CV. Ikuti ketentuan perusahaan dan kebiasaan rekrutmen yang berlaku.
Ringkasan profesional berfungsi memperkenalkan kemampuan utama pelamar.
Bagian ini biasanya terdiri atas dua hingga empat kalimat yang menjelaskan latar belakang, keterampilan, dan pengalaman yang relevan.
Contoh untuk lulusan baru:
"Lulusan S1 Manajemen dengan pengalaman magang di bidang administrasi dan pengolahan data. Terampil menggunakan Microsoft Excel, mengelola dokumen, dan menyusun laporan operasional. Memiliki kemampuan komunikasi, ketelitian, dan koordinasi tim yang baik."
Hindari ringkasan yang hanya berisi pernyataan umum, seperti "Saya pekerja keras, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab," tanpa menjelaskan keterampilan atau pengalaman yang mendukungnya.
Bagian pengalaman kerja menjadi salah satu informasi penting dalam CV.
Tuliskan nama perusahaan, posisi, periode bekerja, serta tanggung jawab dan pencapaian yang relevan.
Contoh:
Administrative Intern – PT Maju Bersama
Januari 2025 – Juni 2025
Apabila memungkinkan, tambahkan hasil kerja yang dapat diukur.
Misalnya:
"Mengelola lebih dari 300 dokumen administrasi dan memperbaiki sistem pengarsipan untuk mempermudah pencarian data."
Contoh tersebut hanya boleh digunakan apabila sesuai dengan pengalaman nyata pelamar.
Menurut panduan Harvard University's Mignone Center for Career Success, resume sebaiknya menonjolkan pengalaman, kemampuan, dan pencapaian yang paling relevan dengan posisi tujuan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir