KebonCinta.com - Rentang skor yang lebih besar bisa membuat ujian terasa semakin menantang, bahkan sebelum soal dikerjakan. Ketika skala nilai TKA jenjang SMA dan SMK menjadi 200–800, muncul pertanyaan: apakah murid juga harus menghadapi soal yang lebih sulit?
Perubahan angka tersebut tidak otomatis membuktikan adanya peningkatan kesulitan soal. Skala skor berkaitan dengan cara hasil tes dilaporkan, sedangkan kesulitan berkaitan dengan karakteristik soal yang dikerjakan peserta.
dan SMK adalah 200–800. Namun, informasi mengenai rentang nilai itu sendiri belum cukup untuk menyimpulkan bahwa soal menjadi lebih sulit.
Angka tertinggi pada skala penilaian bukan ukuran beratnya ujian. Skor maksimal 800, misalnya, tidak berarti peserta menghadapi soal delapan kali lebih sulit dibandingkan tes dengan nilai maksimal 100.
Secara konsep, hasil pengukuran kemampuan dapat disajikan menggunakan rentang angka yang berbeda. Karena itu, perubahan skala pelaporan perlu dibedakan dari perubahan materi maupun tuntutan pengerjaan soal.
Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan, Pengawas Sekolah Diminta Aktif Dampingi Guru
Untuk menilai apakah ujian semakin sulit, diperlukan informasi tentang soal dan kemampuan yang diukur. Membandingkan angka maksimal pada dua skala saja belum dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Kesulitan soal juga bukan unsur yang baru muncul setelah rentang skor berubah. Dalam siaran pers 22 Desember 2025, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pengolahan hasil TKA menggunakan pendekatan Item Response Theory atau IRT dengan model dua parameter logistik.
Pendekatan tersebut mempertimbangkan jumlah jawaban benar, tingkat kesulitan, dan daya pembeda soal. Artinya, karakteristik soal sudah diperhitungkan dalam pengolahan hasil TKA sebelumnya.
Penjelasan ini tidak berarti seluruh soal memiliki tingkat kesulitan yang sama. Namun, diperhitungkannya kesulitan soal dalam penskoran juga tidak berarti tingkat kesulitan ujian otomatis dinaikkan.
Baca Juga: TKA SMA 2026 Segera Digelar! Cek 6 Syarat Peserta, 12 Tahap Pendaftaran, dan Jadwal Lengkapnya
Klaim bahwa TKA semakin sulit perlu didukung perbandingan yang memadai, seperti perubahan kerangka asesmen, tuntutan kemampuan, atau hasil analisis karakteristik soal antarpelaksanaan.
Bagi murid, perubahan rentang skor sebaiknya tidak langsung menjadi alasan untuk merasa takut. Persiapan tetap dapat diarahkan pada pemahaman materi dan latihan berdasarkan kerangka asesmen resmi.
Jadi, angka skor TKA yang berubah belum menjadi bukti bahwa soal ikut lebih sulit. Kesimpulan mengenai peningkatan kesulitan membutuhkan informasi tentang soalnya, bukan sekadar angka yang digunakan untuk melaporkan hasil.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir