Komunikasi dengan guru sangat penting untuk mengetahui pengalaman anak selama berada di sekolah.
Tanyakan apakah anak terlihat nyaman di kelas, memiliki teman bermain, atau mengalami kesulitan tertentu.
Jika diperlukan, sekolah dapat membantu menyediakan pendampingan saat kedatangan, mengidentifikasi orang dewasa yang dipercaya anak, atau menyesuaikan kegiatan sementara.
Kerja sama perlu berfokus pada penyelesaian masalah, bukan saling menyalahkan.
Jika anak takut sekolah karena ancaman, kekerasan, atau perundungan, jangan hanya berfokus pada cara membuatnya tetap hadir.
Sekolah perlu memastikan keselamatan dan mengambil langkah perlindungan yang sesuai.
Orang tua dapat mendokumentasikan informasi yang relevan, melaporkan melalui mekanisme sekolah, dan meminta tindak lanjut yang jelas.
Rencana kembali ke sekolah perlu mempertimbangkan apakah sumber ancaman telah ditangani.
Pada sebagian anak yang mengalami kecemasan, kembali ke sekolah secara terarah merupakan bagian penting dari pemulihan.
American Academy of Pediatrics menganjurkan kerja sama dengan tenaga kesehatan dan pihak sekolah untuk mendukung kehadiran anak.
Namun, apabila penolakan berkaitan dengan trauma, perundungan yang belum tertangani, atau gangguan kesehatan, rencana kehadiran harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Dalam kasus yang lebih berat, tenaga profesional dapat membantu menyusun tahapan kembali ke sekolah secara bertahap.
Tujuannya bukan memaksa anak menanggung ketakutan sendirian, melainkan memulihkan rasa aman dan kemampuan mengikuti kegiatan.
Apresiasi usaha anak dalam menghadapi situasi yang sulit.
Misalnya, anak yang sebelumnya sangat takut memasuki gerbang sekolah mungkin menunjukkan kemajuan ketika berhasil bertemu guru pendamping dengan tenang.
Pujian dapat diberikan pada keberanian, usaha berkomunikasi, dan kemampuan mencoba kembali.
Hindari menjadikan hadiah sebagai satu-satunya alasan anak bersekolah.
Penguatan sebaiknya membantu membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Ada beberapa respons yang berpotensi memperburuk situasi.
Memarahi atau mempermalukan anak. Tindakan tersebut dapat meningkatkan rasa takut dan membuat anak semakin sulit bercerita.
Menganggap semua keluhan fisik sebagai kebohongan. Keluhan perlu diperiksa dengan serius.
Membandingkan anak dengan saudara atau teman. Perbandingan dapat memperkuat rasa gagal.
Mengabaikan laporan perundungan. Keselamatan anak harus diprioritaskan.
Membiarkan ketidakhadiran berkepanjangan tanpa rencana. Penghindaran yang terus berlangsung dapat membuat proses kembali ke sekolah semakin sulit.
Memaksakan kehadiran tanpa menyelesaikan sumber ancaman. Pendekatan tersebut berisiko menempatkan anak kembali dalam situasi tidak aman.
Misalnya, seorang anak kelas satu SD menangis setiap hendak berangkat sekolah.
Orang tua mengetahui bahwa anak tersebut baru memasuki sekolah baru dan belum memiliki teman dekat.
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mendengarkan kekhawatirannya, membangun rutinitas perpisahan yang konsisten, dan berkoordinasi dengan guru.
Guru dapat membantu mengenalkan teman bermain atau menyediakan kegiatan penyambutan yang membuat anak merasa lebih nyaman.
Orang tua kemudian memantau apakah tangisan berkurang dan apakah anak mulai terlibat dalam kegiatan sekolah.
Namun, jika anak terus mengalami tekanan berat atau gejala fisik berulang, diperlukan penilaian lebih lanjut.
Contoh ini bersifat ilustratif dan tidak dapat diterapkan secara identik pada setiap anak.
Orang tua sebaiknya mencari bantuan profesional jika penolakan sekolah berlangsung terus-menerus, menyebabkan ketidakhadiran berulang, atau mengganggu kehidupan sehari-hari.
American Academy of Pediatrics menyarankan agar keluarga mempertimbangkan bantuan profesional apabila penghindaran sekolah berlangsung lebih dari sekitar satu minggu, terutama jika disertai gejala kecemasan atau keluhan fisik.
Penilaian lebih cepat diperlukan jika terdapat tanda yang mengkhawatirkan, seperti:
Apabila anak menyampaikan keinginan menyakiti diri sendiri, orang tua perlu segera memastikan keselamatannya dan mencari bantuan layanan kesehatan darurat atau profesional setempat.
Dokter dapat membantu memeriksa kemungkinan masalah kesehatan fisik dan menentukan apakah anak memerlukan rujukan kepada psikolog atau psikiater anak.
Sekolah perlu menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung.
Guru dapat memantau hubungan pertemanan, membantu anak beradaptasi, dan memberikan dukungan belajar sesuai kebutuhan.
Jika penolakan sekolah berkaitan dengan kecemasan, sekolah dapat berkoordinasi dengan orang tua dan tenaga profesional untuk menyusun penyesuaian yang realistis.
Sekolah juga harus memiliki mekanisme penanganan ketika terdapat laporan kekerasan atau perundungan.
Keberhasilan tidak cukup dinilai hanya dari apakah anak hadir di kelas, tetapi juga apakah ia merasa aman dan mampu mengikuti pembelajaran.
Tidak selalu. Penolakan sekolah dapat berkaitan dengan kelelahan, kecemasan, kesulitan belajar, masalah pertemanan, atau kondisi kesehatan.
Keputusan bergantung pada penyebab dan kondisi anak. Jika sedang sakit, anak memerlukan penanganan yang sesuai. Jika berkaitan dengan kecemasan, orang tua sebaiknya menyusun rencana bersama sekolah dan profesional agar penghindaran tidak berlangsung tanpa penyelesaian.
Pola tersebut dapat terjadi pada anak yang mengalami kesulitan saat berpisah. Namun, orang tua tetap perlu memeriksa kondisi anak selama di sekolah dan memantau apakah masalah berkurang.
Penggunaan gawai yang mengganggu waktu tidur dapat berkontribusi terhadap kelelahan. Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa gawai selalu menjadi penyebab utama tanpa melihat faktor lain.
Perpindahan sekolah tidak selalu menjadi solusi pertama. Keputusan perlu mempertimbangkan penyebab masalah, keselamatan anak, kemungkinan dukungan di sekolah saat ini, dan kebutuhan pendidikan anak.
Anak yang menolak berangkat sekolah membutuhkan perhatian yang lebih luas daripada sekadar perintah untuk disiplin. Dengan mendengarkan pengalaman anak, memeriksa faktor kesehatan dan keamanan, serta bekerja sama dengan pihak sekolah, orang tua dapat membantu menemukan penyebab dan membangun langkah pemulihan yang sesuai.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir