Parenting
M. Panji Maulana

Anak Sering Diam Setelah Pulang Sekolah? Cara Mengajak Bicara Tanpa Memaksa

Anak Sering Diam Setelah Pulang Sekolah? Cara Mengajak Bicara Tanpa Memaksa

11 Oktober 2026 | 06:11

Kalau nanti butuh didengarkan, bilang saja.”

Jangan mengancam, menyindir, atau membandingkan anak dengan saudara yang lebih terbuka. Hindari pula mengunggah kisah pribadi anak ke media sosial untuk meminta pendapat orang lain tanpa mempertimbangkan privasinya.

UNICEF menyarankan agar orang tua hadir dan mendengarkan tanpa memaksa anak menceritakan hal yang belum siap disampaikan.

Baca Juga: Parenting dr. Aisah Dahlan, Memahami Watak Anak Introvert, Mengatasi Rasa Takut, hingga Pendampingan Emosional 

Kapan Perlu Menghubungi Sekolah?

Apabila anak berulang kali tampak tertekan, enggan masuk sekolah, atau menyampaikan masalah dengan teman, mintalah waktu berbicara dengan wali kelas atau guru BK. Sampaikan pengamatan secara faktual dan tanyakan apakah ada perubahan yang terlihat di sekolah.

Contohnya: “Dalam dua minggu terakhir anak lebih sering diam sepulang sekolah dan mengeluh takut saat berangkat. Apakah Bapak/Ibu melihat kesulitan tertentu?”

Hindari menginterogasi teman sekelas atau menyebarkan dugaan di grup orang tua. Bila ada indikasi perundungan atau kekerasan, utamakan keselamatan anak dan tindak lanjuti melalui mekanisme perlindungan yang tepat.

Perhatikan Tanda Anak Membutuhkan Bantuan

Diam sesekali berbeda dari perubahan perilaku yang menetap. Orang tua perlu lebih waspada bila anak terus menarik diri, kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya disukai, mengalami perubahan tidur atau makan, atau menunjukkan kesedihan dan kecemasan yang mengganggu aktivitas.

Jangan memberi diagnosis sendiri. Konsultasikan kepada psikolog, dokter, atau tenaga profesional yang kompeten bila perubahan berlangsung terus atau memburuk. Jika anak mengungkapkan keinginan menyakiti diri atau berada dalam bahaya, cari bantuan darurat segera dan jangan membiarkannya sendirian.

Bangun Kebiasaan Berbicara Setiap Hari

Mulailah dari percakapan sederhana yang menyenangkan, bukan hanya bertanya tentang nilai atau tugas. Orang tua dapat berbagi cerita singkat tentang harinya sendiri, lalu memberi ruang jika anak ingin menanggapi.

Kepercayaan dibangun melalui respons yang konsisten: mendengarkan, menjaga cerita pribadi sesuai kebutuhan keselamatan, dan menepati janji untuk membantu. Dengan begitu, rumah dapat menjadi tempat anak merasa aman untuk berbicara ketika ia siap.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
KomunikasiOrangTua AnakDiam PengasuhanAnak KesehatanMentalAnak

Komentar Pengguna