Surat singkat, foto keluarga, atau barang pengingat rumah yang diizinkan pesantren dapat memberi rasa nyaman. Pastikan kiriman tidak melanggar aturan asrama dan tidak menimbulkan kecemburuan atau ketergantungan berlebihan.Baca Juga: Pentingnya Sanad Ilmu: Kenapa Belajar Agama Gak Bisa Cuma Lewat Potongan Video TikTok
Anak membutuhkan tanggapan yang hangat sekaligus konkret. Misalnya: “Ayah dan Ibu dengar kamu sedang kangen. Boleh cerita bagian paling sulit hari ini? Kita cari cara bersama ustaz atau ustazah supaya kamu lebih nyaman.”
Hindari ancaman, mempermalukan anak, atau menjanjikan bahwa semua masalah pasti hilang dalam beberapa hari. Lama penyesuaian diri berbeda pada setiap santri.
Segera komunikasikan dengan pengasuh jika anak terus sulit tidur, kehilangan nafsu makan, menarik diri, atau tidak mampu mengikuti kegiatan. UNICEF menyarankan bantuan profesional ketika kecemasan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jika anak menceritakan perundungan, ancaman, kekerasan, atau merasa tidak aman, jangan menganggapnya sekadar homesickness. Utamakan keselamatannya, cari penjelasan segera, dan ambil langkah perlindungan yang diperlukan. Bila anak menyampaikan keinginan menyakiti diri, cari bantuan darurat atau tenaga kesehatan tanpa menunda.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir