Teknologi
Hilmi An Naufal

AI dan Semikonduktor Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, Mahasiswa Diminta Kuasai Talenta Digital

AI dan Semikonduktor Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, Mahasiswa Diminta Kuasai Talenta Digital

10 Oktober 2026 | 14:30

KebonCinta.com — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, semikonduktor dan talenta digital dinilai akan mempunyai peran semakin besar dalam perkembangan ekonomi dan dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Indonesia memperkuat kemampuan pada sektor-sektor tersebut agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

Pesan itu disampaikan dalam Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa DPP Universitas Negeri Semarang Tahun 2026.

“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru,” ujar Airlangga.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi peningkatan produktivitas dan kemampuan industri.

Transformasi digital menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan.

Indonesia mempunyai pasar ekonomi digital yang besar di kawasan Asia Tenggara.

Namun pasar besar saja belum cukup apabila sebagian besar teknologi dan nilai tambah justru berasal dari luar negeri.

Karena itu, pengembangan pusat data, AI dan semikonduktor dinilai perlu berjalan bersama.

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah sumber daya manusia.

Mahasiswa dan generasi muda perlu mempunyai kemampuan digital yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa depan.

Perubahan teknologi diperkirakan ikut mengubah jenis keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Pekerjaan tertentu akan semakin banyak menggunakan otomatisasi, analisis data maupun kecerdasan buatan.

Pada sektor semikonduktor, pemerintah juga mendorong peningkatan kemampuan desain chip.

Baca Juga: Belanja Impulsif di Tengah Ekonomi Tak Pasti, Kepuasan Sesaat Bisa Menggerus Keuangan 

Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ARM Holdings dari Inggris untuk mendukung pengembangan kemampuan dan talenta di bidang tersebut.

Semikonduktor merupakan komponen penting pada berbagai perangkat modern.

Mulai dari telepon pintar, komputer, kendaraan hingga pusat data membutuhkan chip untuk dapat beroperasi.

Perkembangan AI bahkan membuat kebutuhan komputasi dan chip berperforma tinggi semakin meningkat.

Karena itu, negara-negara di berbagai wilayah kini berlomba memperkuat industri semikonduktor masing-masing.

Indonesia ingin mengambil bagian dalam rantai nilai tersebut.

Tidak hanya melalui industri manufaktur, tetapi juga melalui kemampuan desain, penelitian serta pengembangan sumber daya manusia.

Pada bidang AI, Indonesia juga terlibat dalam kerja sama internasional serta pembahasan tata kelola teknologi.

Pengembangan AI diharapkan tidak hanya mengejar kemampuan teknis.

Keamanan, etika, perlindungan data dan dampaknya terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan.

Airlangga meminta mahasiswa meningkatkan literasi digital agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja.

Kampus pada akhirnya mempunyai peran besar dalam menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri baru.

Program studi, riset maupun pelatihan perlu semakin dekat dengan perkembangan teknologi.

Sementara bagi mahasiswa, kemampuan belajar dan beradaptasi akan menjadi modal penting karena teknologi yang digunakan dunia kerja dapat berubah dengan sangat cepat.

AI dan semikonduktor karena itu bukan hanya isu perusahaan teknologi.

Perkembangannya dapat ikut menentukan arah industri, pendidikan hingga kebutuhan tenaga kerja Indonesia pada masa mendatang.

Tags:
AI Artificial Intelligence Semikonduktor Mahasiswa Talenta Digital teknologi UNNES Airlangga Hartarto

Komentar Pengguna