keboncinta.com- Bersin merupakan kejadian sehari-hari yang juga memiliki tuntunan adab dalam Islam. Orang yang bersin dianjurkan memuji Allah SWT, sedangkan orang yang mendengarnya dapat mendoakan sesuai ketentuan.
Selain bacaan, adab bersin mencakup cara menjaga kenyamanan orang di sekitar. Berikut urutan bacaan Arab, Latin, dan artinya serta keadaan yang perlu diperhatikan dalam percakapan sehari-hari.
Panduan ini membahas adab bersin di luar sholat dalam aktivitas sehari-hari.
Bacaan Orang yang Bersin
Setelah bersin, seorang Muslim membaca hamdalah:
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin:
Alhamdulillah.
Arti:
Segala puji bagi Allah.
Bacaan ini merupakan ungkapan syukur. Ucapkan dengan wajar sehingga orang di dekatnya dapat mendengar, tanpa perlu berteriak atau mengganggu.
Dalam penjelasan Imam Nawawi, terdapat pula bentuk pujian yang lebih panjang. Namun, bacaan singkat Alhamdulillah sudah dapat digunakan.
Jawaban Orang yang Mendengar
Apabila mendengar Muslim yang bersin membaca hamdalah, orang di dekatnya mendoakan:
Arab:
يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Latin:
Yarhamukallah.
Arti:
Semoga Allah merahmatimu.
Mendoakan orang yang bersin dikenal dengan istilah tasymit. Tuntunan ini menunjukkan perhatian kepada sesama melalui doa yang baik.
Jawaban diberikan setelah mendengar hamdalah, bukan hanya karena mendengar suara bersin.
Baca Juga: Adab Meminjam Kitab dan Buku dalam Islam: Belajar Amanah dari Hal Sederhana
Balasan Orang yang Bersin
Setelah mendapat doa tersebut, orang yang bersin membalas:
Arab:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Latin:
Yahdikumullahu wa yushlihu balakum.
Arti:
Semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian.
Urutan hamdalah, doa dari orang lain, dan balasan tersebut disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari.
Doa bukan perlombaan untuk menjawab paling cepat. Dengarkan bacaan dengan tenang dan balas sesuai urutannya.
Bagaimana Jika Tidak Membaca Hamdalah?
Dalam hadis riwayat Muslim, anjuran tasymit berkaitan dengan orang yang memuji Allah setelah bersin. Apabila tidak mengucapkan hamdalah, jawaban tersebut tidak dianjurkan dengan ketentuan yang sama.
Namun, tidak mendengar bacaan belum tentu berarti seseorang sengaja meninggalkannya. Bisa jadi ia mengucapkannya pelan atau tidak terdengar karena suasana ramai.
Hindari menghakimi atau mempermalukannya. Jika perlu mengingatkan, lakukan dengan sopan.
Baca Juga: Adab Bertetangga dalam Islam yang Semakin Penting di Tengah Kehidupan Modern
Menutup Mulut dan Merendahkan Suara
Rasulullah SAW dicontohkan menutup mulut dengan tangan atau kain serta merendahkan suara ketika bersin, sebagaimana riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.
Dalam keadaan sehari-hari, tisu atau kain yang sesuai dapat digunakan untuk membantu menutup mulut dan hidung.
Jangan sengaja mengarahkan bersin ke wajah orang lain atau ke makanan bersama. Adab ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kenyamanan orang di sekitar.
Apakah Setiap Bersin Perlu Dijadikan Percakapan Panjang?
Tidak. Bacaan dan jawabannya cukup dilakukan dengan wajar.
Orang yang sedang berbicara dapat berhenti sebentar, menutup mulut ketika bersin, membaca hamdalah, kemudian melanjutkan pembicaraan setelah keadaan kembali nyaman.
Jangan menjadikan cara bersin seseorang sebagai bahan ejekan.
Mengajarkan Adab Bersin kepada Anak
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir