Pendidikan
Al Fina

5.000 Guru MI Disiapkan Jelang Bahasa Inggris Wajib 2027, Begini Strategi Kemenag dan British Council

5.000 Guru MI Disiapkan Jelang Bahasa Inggris Wajib 2027, Begini Strategi Kemenag dan British Council

13 Oktober 2026 | 19:35

KebonCinta.com — Pemerintah mulai menyiapkan tenaga pendidik menjelang penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada tahun ajaran 2027/2028. Salah satu langkah yang ditempuh Kementerian Agama (Kemenag) adalah menjalin kerja sama dengan British Council melalui program pengembangan profesional guru.

Program bertajuk Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP) tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik melalui pelatihan, kolaborasi, dan pertukaran pengalaman mengajar.

Langkah ini menjadi penting karena penerapan kebijakan bahasa Inggris wajib tidak cukup hanya dengan memasukkan mata pelajaran ke dalam kurikulum. Kualitas pembelajaran juga bergantung pada kemampuan guru menyampaikan materi sesuai kebutuhan siswa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6 MI mulai tahun ajaran 2027/2028.

Pernyataan itu disampaikan dalam peluncuran program STEPS-CoP di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Bahasa Inggris Wajib di MI Mulai 2027! Siswa Kelas 3 hingga 6 Bakal Hadapi Perubahan Besar Ini 

Kemenag dan British Council Perkuat Kompetensi Guru MI

Kerja sama Kemenag dengan British Council berfokus pada pengembangan kemampuan guru bahasa Inggris dan guru kelas MI.

Melalui STEPS-CoP, guru diharapkan memiliki ruang untuk berbagi praktik pembelajaran, mendiskusikan kendala di kelas, dan mempelajari pendekatan pengajaran yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing madrasah.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa pengembangan profesional guru membutuhkan proses berkelanjutan. Pelatihan sesekali dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas pengajaran.

Karena itu, kolaborasi antarguru menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan dalam program tersebut.

Dengan saling bertukar pengalaman, guru dapat belajar dari praktik yang berhasil sekaligus mencari solusi atas tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.

68 Pemimpin Komunitas Guru Akan Mengikuti Training of Trainers

Program STEPS-CoP akan dimulai dengan kegiatan Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 68 pemimpin Community of Practice (CoP).

Para pemimpin komunitas tersebut nantinya berperan mendukung pelatihan bagi lebih dari 5.000 guru bahasa Inggris dan guru kelas MI di 34 kabupaten/kota.

Skema ini dirancang untuk memperluas jangkauan pengembangan kompetensi guru melalui jaringan komunitas belajar.

Alih-alih hanya mengandalkan pelatihan terpusat, pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi pendidik untuk terus belajar dan bertukar pengetahuan melalui komunitas masing-masing.

Namun, efektivitas program akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan, termasuk keberlanjutan pendampingan, kualitas materi pelatihan, dan kesempatan guru menerapkan pengetahuan baru dalam kegiatan belajar mengajar.

Mengapa Kesiapan Guru Menjadi Kunci Bahasa Inggris Wajib?

Penerapan bahasa Inggris wajib di MI mulai tahun ajaran 2027/2028 membawa tantangan tersendiri bagi satuan pendidikan.

Guru tidak hanya perlu memahami materi bahasa Inggris, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan metode yang sesuai untuk anak usia sekolah dasar.

Pembelajaran bahasa asing pada jenjang ini membutuhkan pendekatan yang membantu siswa memahami bahasa melalui konteks sehari-hari. Kegiatan seperti percakapan sederhana, permainan edukatif, lagu, dan cerita dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran sesuai tujuan kurikulum.

Di sisi lain, kondisi setiap madrasah tidak selalu sama. Ketersediaan guru dengan kompetensi bahasa Inggris, bahan ajar, serta fasilitas pendukung dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Karena itu, pengembangan profesional perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan madrasah memiliki dukungan yang memadai untuk menerapkan kebijakan baru.

British Council Dorong Model Pelatihan yang Berkelanjutan

Country Director Indonesia sekaligus Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, menyambut upaya pemerintah memperkuat pendidikan bahasa Inggris sejak jenjang dasar.

Melalui STEPS-CoP, British Council memadukan keahlian global dengan pengetahuan dan pengalaman pendidik Indonesia untuk membangun model pengembangan profesional yang dapat diperluas dan dijalankan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menempatkan guru sebagai bagian aktif dari proses peningkatan kualitas pendidikan. Guru tidak hanya menerima materi pelatihan, tetapi juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan mendorong perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Dengan model komunitas belajar, praktik pengajaran yang efektif berpotensi disebarluaskan kepada lebih banyak pendidik.

Meski demikian, keberlanjutan program tetap memerlukan dukungan kelembagaan, waktu bagi guru untuk berkolaborasi, serta evaluasi terhadap hasil penerapannya.

Tantangan Pemerataan Kualitas Pendidikan Madrasah

Salah satu aspek penting dalam penerapan bahasa Inggris wajib adalah memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas.

Jumlah guru yang mengikuti pelatihan dapat menjadi salah satu indikator jangkauan program. Namun, jumlah peserta saja belum cukup untuk menunjukkan peningkatan kemampuan mengajar atau hasil belajar siswa.

Evaluasi juga perlu memperhatikan apakah guru mampu menerapkan metode yang dipelajari, apakah bahan ajar tersedia, serta apakah siswa menunjukkan perkembangan kemampuan bahasa Inggris sesuai tujuan pembelajaran.

Perbedaan kondisi antarmadrasah juga perlu menjadi pertimbangan. Sekolah dengan keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas membutuhkan dukungan yang sesuai agar penerapan kebijakan tidak memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan.

Karena itu, pelatihan guru perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat mutu pembelajaran.

Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6 MI mulai tahun ajaran 2027/2028. Dengan waktu persiapan yang tersedia, penguatan kompetensi guru menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu dilakukan sebelum kebijakan diterapkan.

Program STEPS-CoP melalui pelatihan 68 pemimpin komunitas dan dukungan bagi lebih dari 5.000 guru menjadi bagian dari upaya tersebut.

Ke depan, keberhasilan program perlu dilihat dari dampaknya terhadap praktik pengajaran dan pengalaman belajar siswa, bukan hanya dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan.

Pada akhirnya, kebijakan bahasa Inggris wajib akan memberikan manfaat optimal apabila didukung guru yang kompeten, metode pembelajaran yang sesuai, dan akses pendidikan yang merata. Dengan demikian, perluasan pembelajaran bahasa Inggris tidak berhenti pada perubahan kurikulum, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.***

Tags:

Komentar Pengguna