Gaya Hidup
Rahman Abdullah

5 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Memengaruhi Suasana Hati, Apa Saja?

5 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Memengaruhi Suasana Hati, Apa Saja?

12 Oktober 2026 | 11:15

KebonCinta.com-- Perubahan suasana hati kerap dianggap sebagai dampak tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kurangnya waktu istirahat. Padahal, kebiasaan makan sehari-hari juga patut diperhatikan karena dapat berkaitan dengan energi tubuh, kualitas tidur, dan kondisi emosional. 

Tanpa disadari, pilihan makanan dan minuman tertentu bisa membuat sebagian orang lebih mudah merasa gelisah, lelah, atau sensitif. Lantas, apa saja jenis makanan dan minuman yang perlu dibatasi agar suasana hati tetap terjaga?

Baca Juga: Lemak Perut dan Kesehatan Otak, Apa Hubungannya dengan Risiko Alzheimer? 

Pola Makan Sehari-hari Bisa Berkaitan dengan Kondisi Emosional

Menjaga suasana hati tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola stres dan menjaga pola tidur. Asupan makanan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun kebiasaan hidup sehat.

Kandungan gula, kafein, alkohol, lemak, dan natrium dalam makanan maupun minuman dapat memengaruhi tubuh melalui mekanisme yang berbeda. Dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan pola makan dan kenyamanan tubuh.

Oleh karena itu, mengenali jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari bisa menjadi langkah awal untuk mengevaluasi kebiasaan yang mendukung kesehatan fisik maupun emosional.

Berikut lima jenis makanan dan minuman yang perlu diperhatikan.

1. Makanan Manis dan Produk Olahan Tinggi Gula

Makanan manis memang dapat memberikan sensasi menyenangkan ketika dikonsumsi. Namun, kebiasaan mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan perlu diwaspadai, terutama jika makanan tersebut menjadi bagian utama dari pola makan sehari-hari.

Minuman berpemanis, permen, kue, dan berbagai camilan kemasan dapat meningkatkan asupan gula tambahan. Pada sebagian orang, perubahan kadar gula darah setelah makan juga dapat disertai perubahan energi dan perasaan kurang nyaman.

Meski demikian, perubahan suasana hati tidak selalu disebabkan oleh gula semata. Banyak faktor lain, termasuk kondisi kesehatan, waktu makan, dan kualitas tidur, yang turut berperan.

Untuk menjaga pola makan tetap seimbang, konsumsi makanan tinggi gula dapat dikurangi secara bertahap. Buah utuh dan makanan bergizi seimbang bisa menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Bisa Menjadi Tanda Masalah Ginjal 

2. Kopi dan Minuman Berkafein Berlebihan

Kopi sering menjadi andalan untuk mengatasi rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek yang kurang nyaman bagi sebagian orang.

Kafein dapat memicu kegelisahan, jantung berdebar, atau perasaan lebih mudah tegang pada individu yang sensitif. Pengaruhnya terhadap tidur juga perlu diperhatikan karena konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu istirahat dapat membuat seseorang lebih sulit tidur.

Ketika kualitas tidur terganggu, tubuh berpotensi mengalami kelelahan pada hari berikutnya. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan mengelola emosi.

Karena itu, pencinta kopi sebaiknya memperhatikan jumlah konsumsi dan respons tubuh setelah meminumnya. Mengurangi asupan kafein serta menghindari konsumsi menjelang tidur dapat menjadi langkah yang bermanfaat.

3. Minuman Beralkohol yang Memengaruhi Emosi

Alkohol kerap dianggap dapat membantu seseorang merasa lebih santai. Akan tetapi, efek tersebut tidak selalu bertahan dan tidak berarti alkohol mampu memperbaiki suasana hati dalam jangka panjang.

Alkohol memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat mengubah penilaian, pengendalian diri, serta respons emosional. Pada sebagian orang, konsumsinya juga dapat berkaitan dengan gangguan tidur dan perubahan suasana hati.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, alkohol dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik maupun mental. Oleh sebab itu, menghindari alkohol merupakan pilihan yang lebih aman untuk mengurangi risiko terkait konsumsinya.

Bagi seseorang yang mengalami perubahan emosi, penting untuk tidak menjadikan alkohol sebagai cara utama menghadapi stres atau masalah pribadi.

4. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak

Gorengan, makanan cepat saji, serta sejumlah produk olahan dapat mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Makanan bad mood Cara menjaga mood Keripik

Komentar Pengguna