Kampus
Hilmi An Naufal

378 Proposal Aksara Mahasiswa 2026 Dapat Pendanaan Rp38,2 Miliar, Jangkau 363 Desa di 32 Provinsi

378 Proposal Aksara Mahasiswa 2026 Dapat Pendanaan Rp38,2 Miliar, Jangkau 363 Desa di 32 Provinsi

13 Oktober 2026 | 18:21

KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong mahasiswa turun langsung membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui Program Aksara Mahasiswa 2026.

Penandatanganan kontrak penerima pendanaan dilakukan di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Program tersebut mempertemukan mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat untuk menghasilkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, sains, teknologi dan inovasi.

Tahun ini, sekitar 460 proposal masuk dalam proses pengajuan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 378 proposal berhasil terpilih untuk mendapatkan pendanaan.

Total dana yang disiapkan mencapai Rp38,2 miliar.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menekankan bahwa kegiatan mahasiswa harus dimulai dari persoalan nyata.

“Kuncinya adalah kepekaan kita,” ujar I Ketut Adnyana.

Ia kemudian menjelaskan mahasiswa dan perguruan tinggi perlu mampu memetakan masalah di lingkungan masyarakat sebelum menentukan bentuk solusi yang akan diterapkan.

Program Aksara Mahasiswa 2026 memiliki tiga fokus utama.

Fokus pertama adalah transformasi sosial, khususnya pada wilayah rawan bencana, kawasan tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

Persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem juga masuk dalam kelompok prioritas tersebut.

Fokus kedua berkaitan dengan pengelolaan sampah.

Jakarta, Bandung, Bogor dan Bali menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus, meskipun inovasi serupa tetap dapat dilaksanakan di daerah lain.

Baca Juga: Mengenal Portfolio Career, Tren Karier yang Bikin Anak Muda Punya Banyak Peluang 

Fokus ketiga adalah membantu masyarakat yang terdampak bencana, termasuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Jangkauan program tahun ini cukup luas.

Aksara Mahasiswa 2026 mencakup 32 provinsi dan 176 kabupaten atau kota.

Sebanyak 363 desa mitra ikut menjadi lokasi kegiatan.

Dengan jangkauan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan kegiatan.

Program yang dijalankan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan mempunyai peluang untuk terus dikembangkan.

Kemdiktisaintek juga menilai pengukuran dampak menjadi hal penting.

Perguruan tinggi perlu mempunyai indikator yang jelas untuk mengetahui apakah solusi mahasiswa benar-benar berhasil membantu masyarakat.

Penandatanganan kontrak secara simbolis melibatkan sejumlah penerima pendanaan.

Di antaranya perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, XIV dan XV, Institut Teknologi Bandung serta Universitas Samudra.

Program ini menjadi salah satu contoh perubahan arah pendidikan tinggi yang semakin mendorong mahasiswa belajar melalui persoalan nyata.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga ditantang menggunakan kemampuan mereka untuk mencari solusi terhadap masalah lingkungan, ekonomi maupun sosial.

Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, kegiatan pengabdian seperti Aksara Mahasiswa dapat menjadi ruang bagi inovasi kampus untuk benar-benar hadir dan dimanfaatkan masyarakat.

Tags:
Aksara Mahasiswa 2026 Mahasiswa Kemdiktisaintek Kampus Pengabdian Masyarakat ITB Inovasi

Komentar Pengguna