Kesehatan
Hilmi An Naufal

34 Juta Orang Jalani Cek Kesehatan Mata, Kemenkes Temukan 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

34 Juta Orang Jalani Cek Kesehatan Mata, Kemenkes Temukan 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

17 Oktober 2026 | 18:25

KebonCinta.com — Hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan gangguan penglihatan masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian masyarakat.

Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 34 juta orang telah menjalani pemeriksaan mata melalui program tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan.

Temuan pada kelompok anak sekolah juga menjadi perhatian.

Sekitar tiga persen anak sekolah yang diperiksa ditemukan mempunyai kelainan mata.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengingatkan masyarakat agar pemeriksaan tidak menunggu hingga penglihatan terasa sangat terganggu.

“Pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini,” kata Dante.

Deteksi dini penting karena sebagian gangguan penglihatan dapat ditangani lebih baik apabila ditemukan sejak awal.

Pada anak, gangguan mata juga dapat berdampak pada proses belajar.

Anak mungkin mengalami kesulitan melihat tulisan di papan, sering mendekatkan wajah ke buku atau layar, maupun menyipitkan mata ketika melihat benda dari kejauhan.

Masalahnya, anak belum tentu memahami bahwa kondisi penglihatannya berbeda dengan orang lain.

Karena itu, guru dan orang tua mempunyai peran penting mengenali perubahan perilaku tersebut.

Kemenkes mendorong agar hasil skrining mendapatkan tindak lanjut yang sesuai.

Kelainan refraksi misalnya membutuhkan koreksi yang tepat.

Baca Juga: Kabar Baik Guru Non-ASN, Tunjangan Mulai Cair Bertahap dan Ditargetkan Masuk Pekan Depan 

Sementara dugaan gangguan seperti katarak, glaukoma maupun masalah mata lainnya dapat membutuhkan pemeriksaan dan rujukan lebih lanjut.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2026, Kemenkes juga memperkuat program Comprehensive Community Eye Care atau CCEC.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas layanan pemeriksaan mata berbasis masyarakat.

Dalam tiga tahun mendatang, CCEC menargetkan skrining terhadap lebih dari 60 ribu siswa dan pekerja.

Pelaksanaan direncanakan mencakup lima provinsi dan 19 kabupaten atau kota.

Pemeriksaan mata sebenarnya tidak hanya penting bagi orang yang sudah memakai kacamata.

Orang tanpa keluhan juga dapat menjalani pemeriksaan sebagai langkah deteksi dini.

Kebiasaan menggunakan layar dalam waktu lama juga membuat kesehatan mata semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat disarankan memberikan jeda pada mata setelah menggunakan perangkat digital serta memastikan pencahayaan cukup ketika membaca.

Namun kebiasaan tersebut bukan pengganti pemeriksaan apabila seseorang sudah mengalami gejala gangguan penglihatan.

Dengan 1,6 juta indikasi gangguan dari puluhan juta pemeriksaan, Kemenkes berharap masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup, pendidikan dan produktivitas.

Tags:
Kesehatan Mata Cek Kesehatan Gratis Kemenkes Anak Sekolah Mata minus Gangguan Penglihatan CKG

Komentar Pengguna