KebonCinta.com-- Teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai. Berbagai jenis teh memiliki karakteristik dan kandungan senyawa alami yang menarik untuk dikaitkan dengan kesehatan tubuh, mulai dari membantu relaksasi hingga mendukung kesehatan jantung.
Kebiasaan minum teh telah dikenal sejak lama di berbagai negara. Selain menawarkan rasa dan aroma yang khas, sejumlah jenis teh mengandung antioksidan serta senyawa lain yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh.
Namun, tidak semua teh memiliki kandungan yang sama. Teh yang berasal dari bunga, misalnya, mempunyai karakteristik berbeda dibandingkan teh yang dibuat dari daun tanaman teh. Perbedaan ini turut memengaruhi rasa, kandungan kafein, dan potensi manfaatnya.
Ada tiga jenis teh yang menarik untuk dikenal lebih jauh, yaitu chamomile, hibiscus, dan oolong. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.
Baca Juga: Bosan Minum Teh Jahe Hangat? Coba 3 Kreasi Segar dari Lemon Mint hingga Latte Jahe
Minuman berbahan bunga yang identik dengan suasana tenang dan waktu istirahat.
Teh chamomile dibuat dari bunga chamomile yang dikeringkan. Minuman ini memiliki aroma lembut dengan cita rasa khas bunga, sehingga kerap dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas relaksasi pada malam hari.
Chamomile telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk membantu menenangkan tubuh dan mendukung kualitas istirahat. Karena secara alami tidak mengandung kafein, teh ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menikmati minuman hangat menjelang tidur tanpa tambahan stimulan tersebut.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa chamomile berpotensi membantu memperbaiki kualitas tidur. Meski demikian, bukti ilmiahnya masih terbatas dan hasilnya belum cukup kuat untuk memastikan bahwa teh chamomile dapat mengatasi insomnia atau gangguan tidur lainnya.
Menikmati secangkir teh chamomile hangat sebelum tidur dapat menjadi bagian dari kebiasaan malam yang menenangkan. Agar manfaatnya lebih optimal, kebiasaan tersebut sebaiknya disertai jadwal tidur teratur dan lingkungan istirahat yang nyaman.
Orang yang memiliki alergi terhadap tanaman keluarga Asteraceae, seperti ragweed, perlu berhati-hati karena chamomile dapat memicu reaksi alergi pada sebagian individu.
Baca Juga: Kentang hingga Tempe, Ini Pilihan Makanan untuk Menu Diet Lebih Seimbang
Jika menyukai minuman dengan rasa segar, teh hibiscus dapat menjadi alternatif yang menarik. Teh ini dibuat dari kelopak bunga rosela atau Hibiscus sabdariffa yang dikeringkan. Warnanya cenderung merah mencolok dengan perpaduan rasa asam yang khas.
Daya tarik teh hibiscus bukan hanya terletak pada tampilannya. Kelopak rosela mengandung senyawa antioksidan, termasuk antosianin, yang turut memberikan warna merah pada minuman tersebut.
Salah satu manfaat yang banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu menjaga tekanan darah. Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi hibiscus dapat membantu menurunkan tekanan darah pada sebagian orang, meskipun besarnya efek berbeda-beda dan teh ini tidak dapat menggantikan obat yang diresepkan dokter.
Penelitian mengenai pengaruhnya terhadap kolesterol juga masih berkembang. Karena itu, klaim bahwa teh hibiscus pasti meningkatkan kolesterol baik (HDL) atau menurunkan kolesterol jahat (LDL) belum dapat dipastikan untuk semua orang.
Keunggulan lainnya, teh hibiscus secara alami tidak mengandung kafein dan memiliki kalori yang sangat rendah jika disajikan tanpa gula. Hal ini menjadikannya pilihan minuman yang menarik bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi minuman manis.
Meski demikian, orang yang memiliki tekanan darah rendah atau mengonsumsi obat untuk tekanan darah perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum rutin meminumnya dalam jumlah besar. Hibiscus berpotensi memengaruhi tekanan darah dan dapat berinteraksi dengan obat tertentu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir