KebonCinta.com — Sebanyak 1.500 kadet mahasiswa Universitas Pertahanan akan diterjunkan ke Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Mereka mendapatkan tugas mendampingi pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa selama dua minggu.
Program dijadwalkan dimulai dengan pemberangkatan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Sekolah Rakyat yang menjadi lokasi penugasan.
“Kami sudah sosialisasikan ke jajaran kepala sekolah Sekolah Rakyat,” ujar Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho.
Ia menjelaskan koordinasi juga dilakukan bersama jajaran Kementerian Pertahanan, TNI dan satuan teritorial di daerah.
Para kadet nantinya tidak hanya datang untuk memberikan materi di ruang kelas.
Mereka akan mendampingi pola kehidupan siswa dalam keseharian.
Pendampingan berlangsung mulai dari aktivitas ketika siswa bangun tidur hingga kembali beristirahat pada malam hari.
Beberapa kegiatan yang disiapkan meliputi latihan baris-berbaris dan olahraga pagi.
Siswa juga akan mendapatkan pembinaan mengenai etika makan bersama, kegiatan kerohanian, etika sosial serta pola komunikasi.
Materi kepanduan turut diberikan untuk siswa jenjang SD, SMP hingga SMA.
Kegiatan tidak hanya menekankan latihan fisik.
Baca Juga: Bisa Pakai TOEFL ITP untuk Beasiswa S3 Austria 2027, Berapa Skor Minimalnya?
Kadet Unhan berasal dari berbagai program studi sehingga juga dapat memberikan pengayaan akademik.
Materi tambahan antara lain mencakup matematika serta Ilmu Pengetahuan Alam.
“Harapan kami setelah dua minggu, habit itu akan berlanjut terus,” ujar Anton.
Ia berharap kebiasaan positif yang diperkenalkan selama pendampingan tetap dilakukan siswa setelah program selesai.
Pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan utama.
Siswa diharapkan mempunyai kedisiplinan, kemandirian, kemampuan berkomunikasi serta jiwa kepemimpinan yang lebih baik.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman bagi kadet Unhan.
Mereka akan berhadapan langsung dengan siswa yang berasal dari berbagai latar belakang sosial dan daerah.
Pendampingan tersebut dapat menjadi pengalaman sosial yang berbeda dari kegiatan akademik rutin di kampus.
Program Sekolah Rakyat saat ini terus dikembangkan pemerintah sebagai pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Kementerian Sosial mencatat sudah terdapat 182 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah tersebut mencakup jenjang SD, SMP dan SMA atau sederajat.
Secara keseluruhan, kapasitasnya mencapai sekitar 44 ribu siswa dengan dukungan ribuan guru dan tenaga pendidikan.
Keterlibatan 1.500 kadet Unhan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan siswa di dalam sistem pendidikan berasrama tersebut.
Program dua minggu ini nantinya akan menjadi ujian bagaimana pembentukan disiplin dapat diterapkan tanpa meninggalkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir