KebonCinta.com - Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dapat menggunakan kumpulan 100 soal Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 sebagai bahan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen.
Soal latihan tersebut mencakup sejumlah kompetensi yang relevan dengan tugas guru kelas MI, mulai dari literasi, numerasi, sains, hingga moderasi beragama. Seluruh soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda dan dilengkapi kunci jawaban.
Materi dalam kumpulan soal dirancang dengan konteks yang dekat dengan aktivitas pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, latihan tidak hanya menguji kemampuan mengingat konsep, tetapi juga kemampuan guru dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi pembelajaran.
Materi literasi
Bagian literasi menguji kemampuan memahami bacaan, kesadaran fonemik, strategi pembelajaran literasi dasar, penggunaan ejaan, serta kemampuan membedakan fakta dan opini.
�9�3 Baca Juga: SEB AKGTK 2026 Tidak Bisa Dibuka di PC? Cek Display dan Konfigurasi Ini
Beberapa soal menggunakan teks yang menggambarkan situasi pembelajaran di MI. Misalnya, terdapat cerita mengenai seorang guru yang memberikan keteladanan kepada siswa dengan menjaga kebersihan lingkungan madrasah tanpa memberikan teguran secara langsung.
Soal dari teks tersebut menguji kemampuan peserta dalam menentukan ide pokok, memahami makna tersirat, serta memilih strategi yang sesuai untuk membangun kebiasaan positif pada siswa.
Materi literasi juga mencakup pemahaman mengenai pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu contoh menggambarkan siswa yang mengalami kesulitan membaca dan kemudian mendapatkan pendampingan secara individual menggunakan bahan bacaan yang sesuai dengan minatnya.
�9�3 Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Ini Cara Cek Password dan Jadwal AKGTK 2026 di EMIS GTK
Selain pemahaman bacaan, terdapat materi kesadaran fonemik. Peserta diuji mengenai kemampuan mengenali dan memanipulasi bunyi terkecil dalam kata, termasuk penghilangan fonem dan penggabungan beberapa fonem menjadi sebuah kata.
Strategi pembelajaran literasi dasar juga menjadi bagian penting. Soal membahas penggunaan metode multisensori untuk membantu siswa membedakan huruf yang sering tertukar, kegiatan memprediksi isi bacaan berdasarkan judul dan gambar, membaca nyaring secara interaktif, serta latihan membaca ulang untuk meningkatkan kelancaran membaca.
Pada aspek pemahaman tingkat lanjut, guru juga diuji mengenai kemampuan merancang pertanyaan yang mendorong siswa menemukan makna tersirat dalam sebuah cerita.
Materi ejaan mencakup penggunaan huruf kapital, tanda baca, serta pemilihan kata baku dalam bahasa Indonesia.
Materi numerasi
Bagian numerasi mencakup berbagai materi matematika yang diperlukan dalam pembelajaran tingkat MI. Materi tersebut antara lain bilangan, pecahan, pengukuran, geometri, data, peluang, pola bilangan, hingga pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Soal numerasi antara lain menguji kemampuan menghitung operasi bilangan, menentukan jarak berdasarkan skala, menghitung waktu, luas dan volume, serta menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan diskon.
Terdapat pula soal mengenai data dan statistika, seperti menentukan median, modus, rata-rata, serta membaca persentase berdasarkan data kehadiran atau hasil survei siswa.
Dalam materi pecahan, peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan operasi hitung, tetapi juga memahami strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu contoh meminta guru menentukan pendekatan yang sesuai untuk menjelaskan pecahan senilai dengan metode konkret, piktorial, dan abstrak.
Soal lainnya menguji kemampuan guru menganalisis miskonsepsi siswa. Misalnya, seorang siswa melakukan kesalahan ketika mengerjakan pengurangan dengan teknik meminjam. Guru diminta menentukan diagnosis kesalahan sekaligus strategi tindak lanjut yang tepat.
Kemampuan penalaran matematis juga menjadi perhatian. Guru diminta memilih bentuk soal yang dapat menguji alasan dan pemahaman siswa, bukan sekadar kemampuan menjalankan prosedur hitung.
Selain itu, terdapat soal mengenai peluang, suhu, kelipatan persekutuan terkecil, pola bilangan, bangun ruang, serta penerapan pecahan dalam aktivitas sehari-hari.
Materi sains
Bagian sains mencakup materi mengenai tubuh manusia, tumbuhan, ekosistem, gaya, energi, perubahan wujud benda, siklus air, magnet, cahaya, serta keterampilan proses sains.
�9�3 Baca Juga: AKGTK 2026 Dibagi 3 Sesi, Ini Alur Ujian dari Login hingga Selesai yang Wajib Dipahami Peserta
Pada materi sistem tubuh manusia, peserta diuji mengenai mekanisme pernapasan, fungsi diafragma, proses pencernaan, serta gerak refleks.
Misalnya, ketika seseorang menarik napas, diafragma berkontraksi dan mendatar sehingga rongga dada membesar. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menurun sehingga udara masuk.
Soal lainnya menggunakan model paru-paru sederhana untuk menguji pemahaman guru mengenai hubungan gerakan diafragma dengan proses masuknya udara ke paru-paru.
Materi tumbuhan meliputi fotosintesis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan. Salah satu contoh percobaan membandingkan tanaman yang mendapatkan cahaya matahari dengan tanaman yang ditempatkan di tempat tertutup.
Peserta juga diuji mengenai perancangan percobaan, khususnya dalam menentukan variabel kontrol. Dalam eksperimen mengenai pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan kacang hijau, misalnya, jenis biji, jenis tanah, ukuran wadah, dan jumlah cahaya perlu dibuat sama.
Pada materi ekosistem, soal membahas hubungan antarmakhluk hidup serta dampak perubahan populasi dalam rantai makanan.
Contoh lainnya menggunakan ekosistem sawah dengan rantai makanan padi, tikus, ular, dan elang. Penurunan populasi ular akibat perburuan dapat menyebabkan populasi tikus meningkat sehingga tanaman padi lebih terancam mengalami kerusakan.
Materi sains juga mencakup gaya dan gerak. Guru diuji mengenai gaya gravitasi dan gaya normal, manfaat gaya gesek pada alas sepatu, serta pengaruh jenis permukaan terhadap jarak gerak benda.
Selain itu, terdapat materi perubahan energi, energi terbarukan, perubahan wujud benda, siklus air, magnet, cahaya, serta hubungan cahaya dan bunyi dengan fenomena alam.
Soal juga menguji kemampuan guru memilih aktivitas pembelajaran yang aman dan kontekstual. Salah satunya adalah demonstrasi proses menguap dan mengembun menggunakan air panas yang dilakukan guru, sementara siswa mengamati dari jarak aman.
Pada bagian keterampilan proses sains, peserta diminta menentukan instrumen yang sesuai untuk menilai kemampuan siswa dalam mengamati, memprediksi, dan menyimpulkan selama kegiatan percobaan. Instrumen yang tepat antara lain rubrik observasi unjuk kerja dan laporan percobaan sederhana.
Materi moderasi beragama
Bagian terakhir membahas moderasi beragama dalam konteks pembelajaran di MI.
Materi ini menguji pemahaman guru mengenai empat indikator utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal.
Soal disusun berdasarkan situasi yang mungkin ditemui guru dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat.
Salah satunya menggambarkan dua siswa yang memiliki perbedaan kebiasaan dalam tata cara ibadah dan kemudian saling menyalahkan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir