Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

100 Mahasiswa Keluarga Kurang Mampu di Majalengka Disiapkan Kuliah Sekaligus Bekerja di Jepang

100 Mahasiswa Keluarga Kurang Mampu di Majalengka Disiapkan Kuliah Sekaligus Bekerja di Jepang

11 Oktober 2026 | 07:11

KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Majalengka membuka peluang pendidikan tinggi sekaligus pengalaman kerja internasional bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu.

Sebanyak 100 mahasiswa disiapkan untuk mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Universitas Teknologi Bandung atau UTB.

Peserta nantinya dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengalaman bekerja di Jepang.

Tahap awal program memprioritaskan masyarakat yang berasal dari keluarga kelompok Desil 1 hingga Desil 4.

Kelompok tersebut merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah berdasarkan data sosial ekonomi.

“Pendidikan harus menjadi salah satu prioritas,” ujar Bupati Majalengka Eman Suherman.

Ia kemudian menegaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu harus memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebanyak 100 peserta akan terlebih dahulu menjalani proses persiapan selama enam bulan.

Mereka tidak langsung diberangkatkan ke Jepang begitu dinyatakan mengikuti program.

Peserta akan mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang.

Selain kemampuan bahasa, mereka mendapatkan penguatan kesiapan mental, kedisiplinan dan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk memasuki lingkungan kerja.

Baca Juga: Data Dapodik Dipadankan dengan DTSEN untuk PIP Fase 2 Tahun 2026, Kelengkapan Identitas Jadi Perhatian 

UTB akan terlibat dalam proses pendampingan tersebut.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu aspek penting karena peserta akan menghadapi lingkungan pendidikan dan pekerjaan dengan budaya yang berbeda.

Program Satu Desa Satu Sarjana sebelumnya berfokus membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan tinggi.

Skema Plus Bekerja kemudian memperluas program dengan menambahkan pengalaman kerja internasional.

Pemerintah berharap peserta nantinya tidak hanya membawa pulang ijazah.

Pengalaman, keterampilan praktis dan kemampuan bahasa diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Majalengka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemkab mencatat rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka berada pada angka 7,81 tahun.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia daerah tercatat sebesar 72,37.

Dalam lima tahun, pemerintah menargetkan sedikitnya 343 sarjana yang berasal dari 334 desa dan kelurahan.

Hingga 2026, capaian sementara disebut telah mencapai sekitar 170 sarjana.

Pembiayaan keberangkatan ke Jepang juga menjadi salah satu hal yang dipersiapkan.

Pemkab melakukan koordinasi dengan sektor perbankan dan pihak terkait agar seluruh kebutuhan tidak harus ditanggung langsung oleh keluarga peserta.

Bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu, kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka jalan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Program ini menggabungkan tiga bekal sekaligus, yakni pendidikan tinggi, penguasaan bahasa dan pengalaman kerja internasional.

Jika pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, peserta diharapkan mampu kembali ke Majalengka dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha maupun membantu pengembangan daerah.

Tags:
Majalengka beasiswa Kuliah Jepang Kerja Jepang Satu Desa Satu Sarjana Mahasiswa UTB

Komentar Pengguna