Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

UGJ Cirebon Gelar Wisuda ke-78, Ratusan Lulusan Didorong Kuasai AI dan Bersaing di Dunia Kerja

UGJ Cirebon Gelar Wisuda ke-78, Ratusan Lulusan Didorong Kuasai AI dan Bersaing di Dunia Kerja

25 Oktober 2026 | 07:48

KebonCinta.com — Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Jawa Barat, menggelar Wisuda ke-78 untuk jenjang Sarjana, Profesi, dan Magister pada Sabtu (24/10/2026).

Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Kampus 1 UGJ, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, senat, dan keluarga wisudawan.

Berdasarkan laporan Rakyat Cirebon yang diterbitkan pada hari yang sama, sebanyak 749 lulusan dilepas dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, media Ciayumajakuning.id mencatat angka 750 wisudawan.

Perbedaan satu orang dalam laporan kedua media tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak universitas. Angka 749 digunakan dalam pemberitaan ini karena didukung rincian jumlah lulusan setiap fakultas yang dipublikasikan.

WISUDAWAN BERASAL DARI BERBAGAI FAKULTAS

Baca Juga: OJK Catat Kredit Melawan Rentenir Capai Rp64,85 Triliun, Jangkau 2,28 Juta Debitur di Indonesia 

Wisuda ke-78 UGJ melibatkan lulusan dari berbagai program pendidikan.

Rakyat Cirebon melaporkan rincian lulusan sebagai berikut:

1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 489 orang.
2. Fakultas Hukum: 83 orang.
3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 77 orang.
4. Fakultas Teknik: 45 orang.
5. Fakultas Pertanian: 20 orang.
6. Fakultas Pendidikan dan Sains: 18 orang.
7. Fakultas Kedokteran: 9 orang.
8. Sekolah Pascasarjana: 8 orang.

Jumlah tersebut mencapai 749 lulusan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang lulusan terbanyak pada periode wisuda Oktober 2026.

REKTOR DORONG LULUSAN SIAP BERSAING

Rektor UGJ, Achmad Faqih, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dalam sambutannya pada 24 Oktober 2026, Achmad Faqih mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu mempunyai keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan tahap awal untuk menghadapi tantangan profesional.

Lulusan diharapkan mampu menggabungkan pengetahuan akademik, keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, dan integritas.

Selain mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional, alumni juga didorong untuk berani mengembangkan usaha serta menciptakan peluang ekonomi.

PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI

UGJ terus berupaya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dalam laporan Ciayumajakuning.id, pihak universitas menjelaskan penerapan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik.

Komposisi yang disampaikan mencakup sekitar 60 persen teori dan 40 persen praktik.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing.

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Mukarto Siswoyo, turut menyoroti pentingnya perubahan kurikulum untuk menghadapi perkembangan teknologi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan transkrip nilai.

Penguasaan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keterampilan masa depan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing lulusan.

AI, BIG DATA, DAN BLOCKCHAIN MASUK PEMBAHASAN KURIKULUM

Salah satu arah pengembangan akademik UGJ adalah integrasi perkembangan teknologi digital ke dalam pembelajaran.

Teknologi yang menjadi perhatian meliputi artificial intelligence atau AI, big data, dan blockchain.

Penerapannya diarahkan agar sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing program studi.

Penggunaan teknologi di lingkungan akademik diharapkan membantu mahasiswa mempelajari cara kerja sistem modern dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan industri.

Namun, UGJ juga menekankan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan kejujuran dan integritas akademik.

AI SEBAGAI ALAT BANTU, BUKAN PENGGANTI BERPIKIR

Mukarto Siswoyo mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab.

AI dapat digunakan untuk membantu pencarian referensi, memperoleh gagasan awal, serta mendukung kegiatan analisis.

Namun, mahasiswa tetap harus mengerjakan tugas dan karya ilmiah berdasarkan kemampuan serta tanggung jawab akademiknya sendiri.

Menurutnya, penyusunan skripsi yang sepenuhnya menggantungkan diri pada hasil AI tanpa proses akademik yang benar tidak dapat dibenarkan.

Prinsip tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kurikulum di tengah semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan.

PENGALAMAN MAGANG INTERNASIONAL

UGJ juga mengembangkan program magang internasional untuk memperluas pengalaman mahasiswa.

Program tersebut telah membuka kesempatan bagi mahasiswa mengikuti kegiatan di sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.

Pengalaman internasional diharapkan meningkatkan kemampuan adaptasi, penguasaan keterampilan, serta pemahaman terhadap lingkungan kerja yang berbeda.

Melalui wisuda ke-78 ini, UGJ berharap para alumni mampu berkontribusi dalam dunia kerja, mengembangkan kewirausahaan, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Universitas juga diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Tags:
UGJ Cirebon Wisuda UGJ 2026 Universitas Swadaya Gunung Jati wisuda ke-78 lulusan UGJ kampus Cirebon kurikulum AI Achmad Faqih pendidikan tinggi Cirebon Teknologi Pendidikan

Komentar Pengguna