KebonCinta.com-- Shalat dhuha menjadi salah satu ibadah sunah yang bisa dilakukan untuk mengawali hari dengan lebih tenang dan penuh rasa syukur. Meski pelaksanaannya relatif sederhana, ibadah ini dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membiasakan diri untuk menjaga konsistensi dalam beribadah.
Di tengah kesibukan pada pagi hari, shalat dhuha bisa menjadi waktu untuk sejenak berhenti dari rutinitas, mengingat nikmat yang telah diberikan Allah, dan memohon agar setiap langkah dipenuhi kebaikan. Salah satu amalan yang kerap menyertainya adalah membaca doa setelah shalat dhuha, termasuk doa yang berisi permohonan kelapangan rezeki dan keberkahan hidup.
Baca Juga: Ingin Maksimalkan Keutamaan Hari Jumat? Kenali 10 Amalan Sunnah Ini
Tata cara shalat dhuha pada dasarnya sama seperti shalat sunah lainnya. Niat cukup dihadirkan di dalam hati ketika memulai shalat, bertepatan dengan takbiratul ihram. Adapun lafaz niat shalat dhuha dua rakaat yang umum dibaca adalah:
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat shalat sunah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut membantu menegaskan tujuan ibadah, yakni melaksanakan shalat sunah semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT.
Setelah menyelesaikan shalat dan mengucapkan salam, seorang Muslim dapat melanjutkan dengan berzikir serta memanjatkan doa sesuai kebutuhan. Salah satu doa yang populer dibaca setelah shalat dhuha berisi permohonan agar rezeki yang sulit dimudahkan, yang jauh didekatkan, dan kehidupan senantiasa diberi keberkahan.
Berikut bacaan doa tersebut dalam bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa ini mengandung pengharapan agar Allah memberikan kemudahan dalam urusan rezeki. Namun, memohon kelapangan rezeki juga perlu disertai usaha yang baik, kejujuran, dan ikhtiar melalui jalan yang halal.
Perlu dipahami pula bahwa bacaan tersebut dikenal luas sebagai doa setelah shalat dhuha, tetapi tidak harus dianggap sebagai satu-satunya doa yang wajib dibaca. Seusai shalat, umat Islam tetap dapat memohon kebaikan dengan doa lain yang baik dan sesuai kebutuhannya.
Baca Juga: Amalan Setelah Shalat Jumat yang Bisa Diamalkan, Baca 4 Surat Ini Masing-Masing 7 Kali
Selain doa yang berisi permohonan rezeki, ada pula bacaan singkat yang menggambarkan sikap berserah diri kepada Allah SWT. Doa ini mengingatkan bahwa setiap usaha dan perjuangan hendaknya dilakukan dengan memohon pertolongan-Nya.
Bacaan Arab:
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ
Artinya:
“Ya Allah, dengan pertolongan-Mu aku menerjang, dengan pertolongan-Mu aku berupaya, dan dengan pertolongan-Mu aku berjuang.”
Maknanya, seorang Muslim tetap perlu bekerja keras dan berusaha mencapai tujuan, tetapi tidak melupakan peran Allah dalam setiap langkah. Tawakal bukan berarti berhenti berikhtiar, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan usaha sebaik mungkin.
Memohon ampunan juga menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu setelah beribadah. Sebagian ulama menganjurkan membaca doa istighfar dan tobat berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali setelah shalat dhuha.
Bacaan Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya:
“Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Bacaan ini mengandung permohonan ampun, kasih sayang, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Bagi seorang Muslim, istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi juga pengingat agar berusaha meninggalkan kesalahan dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Shalat dhuha dapat menjadi salah satu kebiasaan baik untuk memulai hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir