KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian produk budaya lokal melalui penyelenggaraan Majalengka Creative Festival 2026.
Festival tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Majalengka, Dena M. Ramdhan, pada Kamis (22/10/2026) di Gedung Majalengka Creative Center (MCC).
Berdasarkan laporan Koran Sinar Pagi yang diterbitkan pada 23 Oktober 2026, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dan menjadi ruang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta karya para pelaku industri kreatif.
Festival juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
MAJALENGKA CREATIVE CENTER JADI RUANG KOLABORASI
Wakil Bupati Dena M. Ramdhan menekankan pentingnya keberadaan Majalengka Creative Center sebagai ruang bersama bagi pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, daerah mempunyai banyak sumber daya manusia dengan kemampuan, gagasan, dan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi.
Keberadaan MCC diharapkan memberikan tempat bagi generasi muda untuk berdiskusi, belajar, membangun jejaring, dan memperkenalkan produk.
Dalam sambutannya pada 22 Oktober, Dena menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival.
Ia juga menegaskan bahwa potensi Majalengka tidak hanya berasal dari kekayaan alam dan pariwisata, tetapi juga kreativitas masyarakatnya.
PEMERINTAH DORONG PRODUK LOKAL NAIK KELAS
Pemerintah Kabupaten Majalengka menilai sektor ekonomi kreatif mempunyai peluang untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Namun, pengembangan usaha tidak cukup hanya melalui kegiatan penjualan.
Pelaku UMKM juga membutuhkan peningkatan kualitas produk, pembinaan keterampilan, inovasi desain, dan akses pasar yang lebih luas.
Dena menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung usaha lokal melalui kemudahan perizinan dan berbagai bentuk pembinaan.
Festival seperti Majalengka Creative Festival menjadi salah satu kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan dapat membantu membangun hubungan antara perajin dengan calon pembeli maupun pihak yang berpotensi menjadi mitra usaha.
TENUN GADOD JADI SALAH SATU PRODUK LOKAL
Salah satu peserta festival berasal dari pelaku kerajinan Tenun Gadod Desa Nunuk Baru.
Perajin bernama Kiki menyampaikan apresiasi terhadap kesempatan mengikuti pameran dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Dalam laporan Koran Sinar Pagi, Kiki menilai festival memberikan ruang promosi sekaligus menunjukkan dukungan kepada pelaku usaha dan perajin lokal.
Tenun tradisional merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya yang dapat mempunyai nilai ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Namun, pengembangan produk tetap perlu menjaga identitas, proses produksi, dan karakter budaya yang menjadi ciri khasnya.
HARAPAN BAGI GENERASI MUDA
Majalengka Creative Festival juga diharapkan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan serta kreativitas.
Kegiatan ekonomi kreatif dapat mencakup berbagai bidang, mulai dari kerajinan, desain, fesyen, hingga produk inovatif lainnya.
Melalui kolaborasi yang lebih luas, pelaku usaha diharapkan mampu memperbaiki kualitas produk serta menjangkau pasar yang lebih besar.
Penyelenggaraan festival selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari penguatan promosi karya lokal.
Meski demikian, peningkatan omzet dan manfaat ekonomi secara keseluruhan masih memerlukan data evaluasi dari penyelenggara.
Pemerintah daerah bersama pelaku ekonomi kreatif diharapkan terus menjaga keberlanjutan kegiatan pembinaan agar produk unggulan Majalengka semakin dikenal masyarakat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir