KebonCinta.com — Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan material kayu di Blok Megulu Wetan, Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (25/10/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan dan material usaha dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp2,26 miliar.
Berdasarkan laporan Radar Cirebon yang diterbitkan Minggu (25/10/2026) pukul 09.51 WIB, gudang milik seorang warga bernama Yatim itu mempunyai luas bangunan sekitar 230 meter persegi.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon mengerahkan sejumlah armada untuk menangani kobaran api.
LAPORAN DITERIMA PUKUL 01.10 WIB
Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan kepada Pos Sektor Pemadam Kebakaran Weru pada pukul 01.10 WIB.
Laporan tersebut disampaikan oleh warga bernama Firman.
Setelah menerima informasi, Regu III Pemadam Kebakaran Sektor Weru segera melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi.
Petugas diberangkatkan sekitar lima menit setelah laporan diterima.
Tim pemadam tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.24 WIB.
Ketika petugas tiba, api telah membesar dan membakar material yang berada di dalam gudang.
API MEMBESAR DI TENGAH BANGUNAN
Berdasarkan keterangan warga yang dilaporkan Radar Cirebon, api awalnya terlihat membesar dari bagian tengah bangunan gudang.
Warga kemudian berupaya memberi tahu pemilik usaha serta pihak terkait di lingkungan desa.
Dalam perkembangan berikutnya, kobaran api dilaporkan semakin besar ketika pintu depan bangunan dibuka secara paksa.
Material kayu yang disimpan dalam jumlah banyak membuat api mudah menjalar ke berbagai bagian gudang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam melakukan upaya pemadaman.
Penyebab awal kebakaran belum dapat dipastikan dari informasi yang telah diperiksa.
Oleh karena itu, tidak tepat untuk langsung menyimpulkan bahwa kejadian tersebut disebabkan korsleting listrik atau faktor lainnya tanpa hasil pemeriksaan resmi.
ENAM ARMADA PEMADAM DITERJUNKAN
Untuk menangani kebakaran, petugas mengerahkan bantuan dari beberapa sektor.
Bantuan datang dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Arjawinangun untuk mendukung petugas Sektor Weru.
Sebanyak lima unit mobil pancar dan satu unit kendaraan penyedia air atau water supply dikerahkan ke lokasi.
Dengan demikian, terdapat enam kendaraan pendukung operasi pemadaman yang dilaporkan terlibat.
Petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian.
Banyaknya material kayu di dalam gudang juga membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara intensif.
API PADAM PUKUL 06.15 WIB
Setelah melalui operasi pemadaman selama beberapa jam, kobaran api utama akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 06.15 WIB.
Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih menyala.
Kegiatan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 09.15 WIB.
Tahap tersebut penting karena material kayu dapat menyimpan panas dan berpotensi kembali terbakar apabila masih terdapat titik api tersembunyi.
KERUGIAN DITAKSIR RP2,26 MILIAR
Berdasarkan laporan awal, luas gudang yang terdampak kebakaran sekitar 230 meter persegi.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp2,26 miliar.
Nilai tersebut masih merupakan perkiraan awal, sehingga dapat berubah apabila terdapat hasil pendataan lebih lanjut.
Informasi yang diperiksa belum menyebutkan jumlah korban luka maupun korban jiwa yang telah dikonfirmasi secara resmi.
Karena itu, status korban masih perlu dipastikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon.
PENTINGNYA KEAMANAN GUDANG MATERIAL
Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai pentingnya upaya pencegahan kebakaran pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar.
Pengelola gudang perlu memperhatikan penataan material, instalasi listrik, akses kendaraan pemadam, serta ketersediaan sarana keselamatan.
Pemeriksaan instalasi dan pengaturan penyimpanan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Namun, penyebab kejadian di Weru tetap harus mengikuti hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Hingga perkembangan yang dilaporkan pada 25 Oktober 2026, operasi pemadaman dan pendinginan telah selesai dilaksanakan, sedangkan informasi mengenai penyebab pasti kebakaran masih memerlukan konfirmasi lanjutan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir