KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran literasi melalui program beasiswa pelatihan teknis non-gelar bertajuk Literacy Teaching, Reading and Writing.
Berdasarkan informasi pada portal resmi pelatihan teknis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, pendaftaran program tersebut berlangsung pada 14–24 Oktober 2026.
Artinya, Sabtu (24/10/2026) merupakan hari terakhir pendaftaran sesuai jadwal yang tercantum pada portal. Pendaftaran dijadwalkan berakhir pukul 23.59.
Program ini menjadi salah satu kesempatan pengembangan kompetensi bagi pendidik yang ingin memperkuat pembelajaran membaca, menulis, dan kemampuan literasi peserta didik.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UTS Seni Budaya Kelas 7 Semester Genap Beserta Kunci Jawaban
APA ITU PROGRAM LITERACY TEACHING, READING AND WRITING?
Program Literacy Teaching, Reading and Writing merupakan pelatihan teknis non-gelar yang diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi.
Materi pelatihan berfokus pada pemahaman konsep dan praktik literasi, penggunaan berbagai media pembelajaran, serta integrasi strategi literasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan dapat merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan membantu peserta didik mengembangkan kecakapan literasi secara berkelanjutan.
SIAPA YANG DAPAT MENDAFTAR?
Portal resmi mencantumkan sasaran program bagi guru SD dan SMP. Namun, terdapat hal penting yang perlu diperhatikan oleh calon peserta.
Pada bagian persyaratan umum, salah satu ketentuan secara khusus menyebutkan guru jenjang Sekolah Dasar.
Karena terdapat perbedaan redaksi antara sasaran program dan persyaratan umum tersebut, guru SMP disarankan memastikan kembali kelayakan pendaftarannya melalui penyelenggara sebelum mengirimkan berkas.
Adapun persyaratan lain yang tercantum meliputi:
1. Warga Negara Indonesia.
2. Berusia maksimal 55 tahun pada 31 Desember 2026.
3. Memiliki NUPTK.
4. Sehat jasmani dan rohani.
5. Berstatus pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan.
6. Memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut.
7. Berpendidikan minimal S-1 atau D-IV dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00.
8. Memenuhi ketentuan kemampuan bahasa Inggris yang telah ditetapkan.
PERSYARATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS
Calon peserta wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku.
Beberapa skor minimum yang diterima antara lain TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, EnglishScore 290, atau Versant Test 47.
Terdapat pengecualian dokumen sertifikat bahasa Inggris bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri yang memenuhi ketentuan masa kelulusan sebagaimana dicantumkan penyelenggara.
DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN
Berkas pendaftaran antara lain meliputi KTP, NUPTK, surat rekomendasi atasan, surat pernyataan kesanggupan, surat keterangan sehat, SK pengangkatan, surat tugas mengajar, surat aktif bertugas, ijazah, transkrip nilai, serta bukti kemampuan bahasa Inggris.
Pendaftar juga diminta menyiapkan esai atau personal statement dalam bahasa Inggris dengan panjang minimal 500 kata.
Esai tersebut memuat motivasi, pentingnya materi pelatihan, inovasi yang pernah dilakukan, dan rencana tindak lanjut setelah mengikuti program.
Letter of Acceptance atau LoA tercantum sebagai dokumen yang dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa.
CARA MENDAFTAR
1. Kunjungi portal resmi Pelatihan Teknis GTK Kemendikdasmen.
2. Cari program Literacy Teaching, Reading and Writing.
3. Baca seluruh persyaratan umum dan khusus.
4. Buka laman pendaftaran yang tersedia.
5. Lengkapi data diri sesuai dokumen resmi.
6. Unggah berkas persyaratan yang diminta.
7. Periksa kembali kelengkapan dokumen sebelum mengirimkan pendaftaran.
8. Pantau pengumuman atau petunjuk lanjutan melalui kanal resmi.
Pendaftar sebaiknya tidak menunggu menjelang batas penutupan untuk mengantisipasi kendala jaringan atau berkas yang belum lengkap.
Kemendikdasmen juga menyediakan format dokumen tertentu melalui portal program. Calon peserta diimbau menggunakan berkas dan petunjuk resmi serta tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan seleksi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir